x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Solusi personel pengawasan di daerah terbatas

Bawaslu ajak wartawan, tokoh dan Ormas, cegah Pemilu dan Pemilukada “kotor”

Senin, 10 Juni 2013 03:21 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Bawaslu ajak wartawan, tokoh dan Ormas, cegah Pemilu dan Pemilukada “kotor” - Solusi personel pengawasan di daerah terbatas - Suasana awak media diharapkan bisa berperanan efektif fungsi pengawasan jalannya demokrasi Pemilu maupun Pemilukada.

(Foto: dok. ist.)Suasana awak media diharapkan bisa berperanan efektif fungsi pengawasan jalannya demokrasi Pemilu maupun Pemilukada.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam mengawasi proses penyelenggaraan Pemilu dan Pemilukada, komitmen merangkul pihak-pihak terkait dan pemangku kepentingan, termasuk wartawan khususnya di daerah provinsi dan kabupaten/kota. Ini untuk mencegah tindak  kecurangan dalam pemilihan umum di setiap level.

Pimpinan Bawaslu, Nelson Simanjuntak menegaskan,  upaya pencegahan penyimpangan, juga sudah dilakukan di beberapa daerah, terutama terkait Pemilukada. “Kita melakukan koordinasi pengawasan untuk stakeholder. Jadi, tokoh-tokoh agama, masyarakat, Ormas untuk dilibatkan secara aktif dalam Pemilukada,” ujar Nelson di Gedung Bawaslu Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wartawan merangkap dukun palsu sukses tipu pengusaha pupuk dan Putri Pedangdut Jawa Timur tembus babak Grand Final PMI Indosiar

Selain melibatkan para di daerah, Nelson juga menegaskan, pihaknya juga melibatkan peran media. Karena sangat penting dan dibutuhkan dalam memberikan informasi dalam hal pencegahan pelanggaran Pemilu.

“Wartawan juga kita libatkan untuk diskusi mengenai pengawasan Pemilu. Sekaligus, meminta keterlibatan mereka,” terang Nelson.

Hal tersebut, menurut Nelson, dilakukan Bawaslu karena personel yang ada di lembaganya terbatas. Sehingga, harus merangkul beberapa tokoh,
pihak terkait, dan media massa.

“Kalau hanya mengandalkan personel yang ada di Bawaslu, kan tidak mungkin Bawaslu melakukan pengawasan, termasuk sampai ke kecamatan,”
beber Nelson.

Bawaslu berharap, dengan merangkul dan sama-sama berperan aktif dalam melakukan pengawasan, praktis akan terwujud fairness dalam
penyelenggaraan Pemilu.

“Karena itu, kita mengharapkan masyarakat terus mengawasi. Tapi kan tak mungkin kita datangi satu per satu setiap orang kan. Maka, juga dapat lewat wartawan begitu. Bagaimana kita membuat opini, supaya kita Pemilu ini bisa terlaksana secara demokratis dan bermatabat,” pungkas Nelson.

Bermartabat itu, tegas Nelson, sesuai dengan nilai-nila moral. “Jadi proses dan hasil Pemilu (termasuk Pemilukada) tidak hanya dilihat dari undang-undang yang tertulis saja, tandasnya. @yuanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty