x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Tak hadiri panggilan DPRD, Kepala Bappeda Sumenep diduga KKN

Bantuan beasiswa mahasiswa dinilai tidak tepat sasaran

Selasa, 11 Juni 2013 10:45 WIB (10 months yang lalu)Editor:
Bantuan beasiswa mahasiswa dinilai tidak tepat sasaran - Tak hadiri panggilan DPRD, Kepala Bappeda Sumenep diduga KKN - Ilustrasi beasiswa terhadap mahasiswa

(Foto: www.informasipendidikan.com)Ilustrasi beasiswa terhadap mahasiswa

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Bantuan beasiswa untuk mahasiswa dari kalangan keluarga kurang mampu dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Madura, dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, hanya mahasiswa yang dekat dengan ‘orang dalam’ dan bersedia memberikan fee yang akan mendapatkan kucuran bantuan beasiswa itu. Sedangkan mahasiswa yang memiliki nilai akademik tinggi tapi tidak punya channel, hanya bisa gigit jari.

Berdasarkan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep telah melakukan pemanggilan kepada Kepala Bappeda Sumenep terkait adanya dugaan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) ini. Sayangnya, Kepala Bappeda Sumenep tidak memenuhi panggilan itu dengan alasan yang jelas. “Ada laporan kalau beasiswa itu tidak tepat sasaran,” terang M Husin,anggota komisi C DPRD Sumenep, Selasa (11/6/2013).

Baca juga: Bank Indonesia beri beasiswa 280 mahasiswa Jatim dan Ini penyebab siswa di Jabar belum dapat beasiswa

Menurutnya, dewan telah memanggil secara resmi kepala Bappeda Sumenep untuk melakukan klarifikasi terkait persoalan itu. Tapi sayangnya kepala Bappeda tak menggubris.

Husin merasa kecewa karena kepala Bappeda seolah mangkir, dan terkesan menjauh dari persoalan itu. “Kepala Bappeda pada waktu pemanggilan kemarin tidak hadir. Itupun tanpa ada alasan yang jelas,” ungkapnya.

Karenanya, Husin berjanji akan melakukan pemanggilan ulang terhadap kepala Bappeda dalam waktu dekat. Dia berharap pemanggilan yang kedua ini dipenuhi kepala Bappeda.

Dan bila kepala Bappeda tidak memenuhi panggilan untuk yang ketiga kalinya, maka dewan akan mengeluarkan surat rekomendasi. “Ya bagaimana lagi jika sudah tiga kali masih belum juga menghadap, terpaksa kami akan mengeluarkan surat rekomendasi,” tegas Husin.

Dijelaskan olehnya, surat rekomendasi itu akan berisi desakan agar pemberian beasiswa tepat sasaran dan tidak tebang pilih, sebab dengan tidak hadirnya kepala Bappeda untuk yang ketiga kali menandakan dugaan itu benar. @rhahmatullah




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty