x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


"Percepatan penyelesaian penanganan penyandang masalah

Kemensos gulirkan BLSM lewat kartu perlindungan sosial

Kamis, 27 Juni 2013 17:48 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kemensos gulirkan BLSM lewat kartu perlindungan sosial - "Percepatan penyelesaian penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial" - Mensos Salim Segaf Aljufri (tengah)

(Foto: Yuanto LICOM)Mensos Salim Segaf Aljufri (tengah)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah menggulirkan bantuan lansung sementara masyarakat (BLSM) dalam bentuk kartu perlindungan sosial. Hal ini sebagai kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang digulirkan melalui Kementerian Sosial.

“Kompensasi diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu dari kenaikan BBM. Agar mereka mempertahankan daya beli kebutuhan pokok,” ujar Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri dalam keterangan pers di Kantor Kemensos Jalan Salemba Jakarta Pusat, Kamis, (27/06/2013).

Baca juga: Mensos: Frustrasi dan deprivasi pemicu konflik massa dan Mensos gandeng BEM atasi potensi konflik sosial

Menurutnya, beban subsidi yang besar  berpotensi mengganggu stabilitas fiskal. Sehingga APBN 2013 mengalokasikan dana subsidi energi Rp. 247,7 triliun, yang terdiri dari subsidi BBM Rp. 193,8 triliun dan listrik Rp. 80,9 triliun.

Menteri asal PKS itu menambahkan, hasil kajian Komite Ekonomi Nasional mengungkapkan, subsidi BBM dinikmati 12 persen masyarakat miskin, 28 masyarakat rentan dan 60 persen dinikmati kalangan mampu dan kaya. Jadi, kenaikan BBM dinilai sebagai penyelamatan perekonomian nasional.

“Subsidi BBM dialihkan dalam kegiatan program rakyat miskin untuk mendukung percepatan penyelesaian penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” imbuhnya.

Pemerintah melalui program percepatan dan perluasan perlindungan sosial (P4S) dan program khusus yang menyasar rumah tangga miskin dan rentan. Program P4S melalui kuantitas beras yang bisa dibeli dalam program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah.@yuanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty