x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Demi bisa ikut lebaran di kampung halaman

Pemulung tarik gerobak berisi anak istri dari Banyuwangi ke Subang

Rabu, 03 Juli 2013 14:18 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pemulung tarik gerobak berisi anak istri dari Banyuwangi ke Subang - Demi bisa ikut lebaran di kampung halaman - Ghafur dan gerobak di belakang yang berisi anak dan istrinya

(Foto: nur sholikin)Ghafur dan gerobak di belakang yang berisi anak dan istrinya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Nasib memprihatinkan dialami keluarga Abdul Ghafur (37), asal Ciasem Subang Jawa Barat. Demi bisa pulang ke kampung halamannya, dirinya rela berjalan kaki dan menarik gerobak dari Banyuwangi Jawa Timur. Yang lebih mengenaskan, di dalam gerobak yang ditariknya berisi istri dan kedua anaknya yang masih berusia 3 tahun dan 3 bulan.

Ditemui saat istirahat di pinggir Jl Kendal Jawa Tengah, Abdul Ghafur mengaku melakukan perjalanan kaki dari Banyuwangi sejak awal Juli 2013 lalu. Keputusan jalan kaki dan menarik gerobak yang berisi keluarganya itu dilakukan karena dirinya tidak mempunyai cukup dana untuk naik angkutan umum. Maklum pria ini selama di Banyuwangi hanya bekerja sebagai pemulung dan tidak cukup berhasil dalam perantauannya itu.

Baca juga: Gubernur Jatim berangkatkan mudik gratis bus dan kereta api dan Gubernur Jatim perintahkan Bupati Gresik gusur 21 rumah

Ghafur menceritakan selama melakukan jalan kaki, dirinya merasa sangat kelelahan. Namun dia hanya bisa pasrah terhadap nasib dan berharap selamat sampai tujuan kampung halamannya itu. “Kadang istirahat di masjid, pom bensin ataupun di pinggir jalan seperti sekarang ini,” terangnya.

Rupanya Ghofur sangat berharap bisa pulang kampung karena ingin menikmati ramadhan dan idul fitri di kampung halamannya. “Saya berharap awal ramadhan bisa sampai kampung halaman di Ciasem, maklum selama 2 tahun saya tidak bisa pulang mudik lebaran,” ujarnya sambil tersenyum kecut.

Ghofur lantas menceritakan awal perjalanannya dari Banyuwangi berjalan kaki bersama keluarganya itu. Saat itu bersama istrinya, Halimatussyakdiah, pasutri ini menggendong masing-masing satu anak mereka. Istrinya menggendong anak yang baru lahir 3 bulan, Muhammad Hasbarikah, dan Ghofur sendiri menggendong anak pertamanya Misria Sarabila yang berumur 3 tahun ini.

Tetapi dalam perjalanan kaki itu, ada seorang teman pemulung dari Surabaya yang membantu peralatan gerobak untuk bisa digunakan. “Akhirnya anak istri, saya naikkan gerobak dan saya tarik sambil jalan kaki. Meski di dalamya duduk berhimpitan dan berbagi tempat yang penting anak-anak tidak kepanasan,” terangnya.

Untuk masalah makan, Abdul Ghafur mengaku sering mendapatkan bantuan dari warga yang dilewatinya. Kadang kala, ketika dalam perjalanan mendapatkan barang-barang bekas dan rosok, ia ambil dan dikumpulkan untuk bisa dijual ke tempat penjualan barang bekas. “Sembari jalan kaki, jika ada barang bekas saya ambil dan saya jual untuk beli makan,” sambungnya

Dirinya berharap dalam perjalannya itu selalu diberi kesehatan dan bisa selamat sampai dikampungnnya. “Saya sangat rindu kampung halaman, Inilah ujian orang kecil mas, apapun saya pasrah dan selalu sabar,” lanjutnya. @nur

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty