x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Kepala Baperpus optimis menang

Banyak keunggulan, perpustakaan Surabaya berpeluang juara nasional

Selasa, 16 Juli 2013 14:43 WIB (9 months yang lalu)Editor:
Banyak keunggulan, perpustakaan Surabaya berpeluang juara nasional - Kepala Baperpus optimis menang - Ketua tim juri, Sudirwan Hamid (tengah) bersama Kadispendik Ikhsan di perpustakaan balai budaya

(Foto: iwan)Ketua tim juri, Sudirwan Hamid (tengah) bersama Kadispendik Ikhsan di perpustakaan balai budaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Surabaya berpeluang menambah pundi-pundi prestasinya setelah melaju ke tingkat Nasional dalam Lomba Perpustakaan yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. Untuk menjadi juara, Surabaya harus bersaing dengan kota dari 33 provinsi se-Indonesia.

Tantangan itu disikapi Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan (Baperpus) Kota Surabaya, Arini Pakistyaningsih, dengan penuh optimisme. Menurutnya, perpustakaan di Surabaya punya keunggulan tersendiri. Yakni, jumlahnya yang mencapai 947 titik. Lokasi perpustakaan dan taman baca tersebar di balai-balai RW, kelurahan, kecamatan, taman kota, rumah susun, puskesmas, sekolah, terminal, dan panti sosial.

Baca juga: Gus Ipul berharap mall di Jatim sediakan ruang baca dan Tanamkan rasa kebangsaan di kalangan muda lewat foto perjuangan

“Itu masih ditambah lagi dengan layanan mobil perpustakaan keliling di 64 lokasi. “Banyaknya jumlah perpustakaan sesuai dengan misi utama kami, yaitu mendekatkan buku ke masyarakat,” paparnya

Dikatakan Arini, Baperpus tak henti-hentinya mendorong peningkatan minat baca masyarakat. Salah satu strategi yang ditempuh adalah membiasakan membaca sejak usia dini. Baperpus menggandeng Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca. Caranya, dengan memasukkan kegiatan membaca dalam kurikulum sekolah. Dengan demikian, anak-anak usia sekolah akan terbiasa dengan membaca buku setiap harinya.

“Kemajuan teknologi tak bisa dipungkiri juga membawa dampak negatif. Nah, membaca merupakan salah satu cara membentengi diri dari terpaan hal-hal negatif,” katanya.

Sementara itu, tim juri melakukan penilaian di lima perpustakaan selama dua hari, yakni Senin (15/7) dan Selasa (16/7). Lokasi yang ditinjau mulai dari perpustakaan Balai Budaya, Taman Ekspresi, SDN Bubutan IV, Taman Flora, hingga Perpustakaan Kota di Rungkut.

Ketua tim juri, Sudirwan Hamid, menuturkan adapun beberapa hal yang menjadi kriteria penilaian diantaranya, pelayanan, sumber daya manusia (SDM), anggaran, pemanfaatan perpustakaan, tingkat kunjungan, serta fasilitas. Namun, yang paling penting dari semua itu yakni kepedulian pemerintah daerah dalam memajukan dan mengembangkan perpustakaan. Selain itu peran aktif lembaga non-pemerintah juga tidak bisa dikesampingkan.

“Jadi gedung yang bagus dan fasilitas mewah bukan satu-satunya faktor penentu sebuah perpustakaan dikatakan layak menjadi juara,” paparnya. @iwan_christiono





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty