x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Berharap segera ada solusi

Imigrasi Madiun pindahkan 14 imigran gelap ke Pasuruan

Sabtu, 20 Juli 2013 10:03 WIB (9 months yang lalu)Editor:
Imigrasi Madiun pindahkan 14 imigran gelap ke Pasuruan - Berharap segera ada solusi - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Hermansyah Siregar

(Foto: ISTIMEWA)Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Hermansyah Siregar

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Kantor Imigrasi Klas II Madiun melakukan evakuasi 14 dari 105 imigran gelap asal Timur Tengah, dari sebuah hotel di Kota Madiun ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Pasuruan, Jawa Timur.

Langkah ini diambil Imigrasi Madiun setelah mendapat kepastian Rudenim Surabaya di Pasuruan masih bisa menampung belasan imigran. Sebelumnya, para imigran ini telah sepekan berada di Hotel Raya Kusuma, Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun.

Baca juga: Puluhan jenazah imigran gelap diserahkan ke Kedutaan Srilangka dan Ratusan imigaran gelap ditangkap di Pantai Brumbun Tulungagung

“Sebanyak 14 imigran illegal kita pindahkan untuk segera dilakukan verifikasi dokumen tujuan mereka keluar dari negaranya,” terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Hermansyah Siregar saat dihubungi LICOM, Sabtu (20/07/2013).

Siregar menambahkan, pihak imigrasi akan mencarikan negara ketiga yang mau menerima mereka dengan alasan mencari suaka politik. Suaka politik menjadi alasan klasik para imigran dengan alasan merasa terancam di negaranya sendiri. “Tapi kalau alasannya ekonomi atau mereka ingin mencari penghidupan yang lebih baik, ya akan dideportasi,” kata Siregar.

Sedangkan 14 imigran illegal yang dipindahkan lebih dulu, lanjut Siregar, merupakan imigran yang masih bujang dan semua laki-laki. Hal itu ditempuh untuk menjaga sikap dan interaksi mereka saat dalam penampungan.

“Kalau terlalu lama dicampurkan antara yang bujang dan yang sudah berkeluarga, bisa gawat. Kalau ada pelecehan seksual misalnya, sulit penanganannya,” papar Siregar.

Sedangkan, 81 imigran lain yang terdiri dari beberapa keluarga akan segera ditempatkan di Community House (rumah komunitas) milik pemerintah. Pasalnya, sesuai ketentuan dan nilai-nilai yang ada, mereka yang bujang dan telah berkeluarga harus diperlakukan secara berbeda.

“Cuma sementara ini belum ada community house yang kosong. Jadi sementara masih kita tempatkan di sini (hotel) dulu. Mengenai sampai kapan di hotel, kita belum jelas dan masih menunggu petunjuk dari imigrasi pusat,” imbuhnya.

Saat ini, sambung Siregar, banyak Rudenim dan Community House yang penuh karena gelombang pelarian warga dari Timur Tengan sangat tinggi. Tidak hanya di Madiun, di Kantor Imigrasi lain di seluruh Indonesia juga mengalami persoalan yang sama terkait imigran gelap dan penampungannya.@arso




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty