x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Nekat gantikan santrinya ujian kejar paket

Kiai joki UN Tuban divonis 3 bulan

Senin, 22 Juli 2013 12:53 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kiai joki UN Tuban divonis 3 bulan - Nekat gantikan santrinya ujian kejar paket - Ilustrasi seorang tahanan di balik terali besi

(Foto: ISTIMEWA)Ilustrasi seorang tahanan di balik terali besi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Terdakwa Joki Ujian Nasional (UN) paket C 2013, Ikwan Efendi (39), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ya’un Najwa, Dusun Singkil, Kecamatan Soko, Kab. Tuban, divonis 3 bulan 10 hari oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tuban.

Atas putusan ini, sang kiai joki tinggal sepekan lagi akan menghirup udara bebas. Kuasa Hukum terdakwa, Sujono Ali Mujahidin, saat dikonfirmasi mengatakan, seluruh proses hukum sudah dilalui kliennya. Dan putusan majelis hakim PN Tuban dianggap wajar dan sudah seharusnya diterima kliennya.

Baca juga: Ribuan jamaah di Tuban larut dalam lantunan shalawat Habib Syech dan Menikmati akhir pekan di Tuban bersama sirkus keliling

“Segala mekanisme hukum acaranya sudah ditempuh. Apapun hasil harus kita hormati putusan hakim itu,” ungkap Sekretaris Peradi Tuban, Lamongan, Bojonegoro ini, Senin (22/07/2013).

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Tuban (Kejari), Budhi Raharto menegaskan, pihaknya tidak akan melayangkan banding atas vonis ringan ini. “Tidak banding, karena tuntutan 5 bulan, putusan lebih dari separo,” tegasnya.

Kasus ini terungkap pada Selasa (16/04/2013) saat UN paket C berlangsung. Pengawas independen dari Universitas Airlangga (Unair) menemukan kejanggalan atas ketidakcocokan data dengan siswa yang mengikuti ujian. Setelah dicocokkan ternyata siswa Paket C diganti orang lain saat UN berlangsung. Atas temuan ini Polisi bergerak cepat dan memeriksa 20 Joki dan hasilnya menetapkan pengasuh Ponpes menjadi tersangka.@muhaimin

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty