x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tiga kali perbaikan kok belum P21

Lagi lagi, berkas kasus meubelair Nganjuk dikembalikan ke Polres

Senin, 22 Juli 2013 06:57 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Lagi lagi, berkas kasus meubelair Nganjuk dikembalikan ke Polres - Tiga kali perbaikan kok belum P21 - Berkas Perkara

(Foto: Ilustrasi LICOM)Berkas Perkara

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Lagi-lagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk mengembalikan berkas dugaan korupsi pengadaan meubelair perpustakaan Disdikporada ke pihak Tipikor Polres Nganjuk.

Hal ini setelah dari 24 bendel berkas perkara masih dinyatakan belum lengkap (P19).

Baca juga: Berkas kasus Meubelair Disdikporada Nganjuk P21 dan Parade Nusantara Nganjuk minta Polisi dan Jaksa serius

Pengembalian berkas ini merupakan yg ke tiga kalinya, karena sebelumnya sudah dua kali berkas tersebut di kembalikan Kejari ke pihak Polres karena alasan yang sama.

Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Nganjuk, Teguh Ananto, SH membenarkan pengembalian berkas kasus meubelair itu.

Untuk itu, kejaksaan meminta pihak kepolisian untuk melengkapi. “Berkasnya belum lengkap, ada sebagian yang terpaksa kami mintakan polisi yang menangani untuk dilengkapi,” terang Teguh, di ruang kerjanya, beberapa saat lalu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk, Anton Prasetyo mengakui adanya pengembalian berkas tersebut. Menindaklanjuti itu, pihaknya telah melakukan pemanggilan para tersangka untuk dilakukan penyidikan kembali.

“Beberapa tersangka sudah kami periksa, rencananya pada akhir minggu ini sudah lengkap dan siap dilimpahkan kembali ke Kejari,” ujar Anton.

Sekadar diketahui, penyerahan tahap awal berkas saat itu dilakukan bersamaan dengan selesainya proses penyidikan terhadap kesebelas tersangka oleh penyidik Tipikor Polres Nganjuk setelah sekitar tiga bulan menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dari hasil audit, BPKP menemukan kerugian uang negara sekitar Rp 312, 5 juta. Hasil audit tersebut akhirnya dicantumkan dalam berkas perkara dari uang negara yang dikeluarkan untuk proyek mebeler sekitar Rp 450 juta.

Sedangkan total tiga paket proyek yang dimenangkan oleh CV Purnama milik Yusuf bernilai Rp 439.200.000, dari harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditetapkan pejabat pembuat komitmen (PPK) mebeler sebesar Rp 941.040.000.

Kasus ini juga melibatkan sejumlah pejabat dan rekanan. Mereka diantaranya adalah Kepala bidang TK, SD dan PLB Disdikpora Sujiono, Kasie Kurikulum dan sarpras SD Bawajir, Direktur CV Purnama M. Yusuf Alqadri’, Direktur CV Tiga Emas Bayu Gunawan, Pengawas proyek Rahmat Irianto dan mantan Kadisdikporada Nganjuk Bambang Eko Suharto.

Sementara anggota panitia penerima hasil pekerjaan (PPHP) yang juga terseret adalah Agus Suryo Irianto, Subardi, Subroto Sriaji, Warsono dan M. Dawam.@sahinlensa

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty