x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Diduga, pelaku dan korban teman bisnis

Perampok sadis siang bolong, gondol 2 mobil dan ratusan juta rupiah

Selasa, 23 Juli 2013 02:50 WIB (9 months yang lalu)Editor:
Perampok sadis siang bolong, gondol 2 mobil dan ratusan juta rupiah - Diduga, pelaku dan korban teman bisnis - Korban disekap dengan lakban di mulut

(Foto: Istimewa/ilustrasi)Korban disekap dengan lakban di mulut

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Dua Perampokan sadis  terjadi Senin (22/7/2013) Siang. Para perampok ini menggunakan senjata api, mereka menyekap dan melukai korban sebelum uang 680 juta rupiah dan 2 mobil.

Korban adalah  Martinus Rendi, warga Cinde, Candisari, Gajahmungkur dan Jajang Yulianto (57), warga Banyumanik yang berprofesi seabagai kontraktor.

Baca juga: Kasus penyekapan oknum wartawan oleh atasannya ditangani Polda Jatim dan Pencuri solar subsidi beberapa SPBU di Jateng tertangkap polisi

Selain membawa uang tunai senilai Rp 680 juta, pelaku juga membawa kabur dua mobil milik korban. Yakni Nissan X trail, hitam, H 9435 UB, dan Suzuki Swift, Silver, Q 8523 FB.

Mendapat laporan perampokan, petugas kepolisian Polrestabes Semarang dan Polsek Gajahmungkur langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, menduga aksi perampokan tersebut dilakukan oleh orang yang dikenal korban. “Dari olah TKP didapat keterangan, antara pelaku dan korban sudah saling mengenal. Mereka ada hubungan bisnis,” terangnya di lokasi.

Elan manambahkan, pelaku berjumlah tiga orang. mereka menyekap korban di lantai dua. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. “Ada unsur penganiayaan. Foto dan datanya sudah ada. Pelaku masih dicari, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ketangkap,” jelasnya, didampingi Kasat Reskrim AKBP Harryo Sugihhartono.

Dari keterangan sementara, perampokan diawali dengan adanya tipu muslihat pelaku, yang salah satunya diketahui bernama Tubagus Putra. Pelaku awalnya menawarkan pinjaman dana senilai 5 miliar kepada kedua korban. Pinjam tersebut bisa dicairkan jika pihak korban menyediakan dana pendamping senilai Rp 680 juta.

Setelah uang pendamping disediakan, kedua pihak mengadakan pertemuan di lokasi kejadian.

“Ini pertemuan kedua, semalam (Minggu, 21/7/2013), para pelaku sempat menginap di hotel Ciputra. Sebulan lalu kedua pihak sempat bertemu,” terangnya.

Belum diketahui permasalahannya, para pelaku kemudian menyekap  kedua korban, dengan membungkam mulut pakai lakban warna hitam.

“Mungkin salah satu korban  berperilaku agresif sehingga pelaku melakukan penganiayaan,” timpalnya.

Terkait senjata api yang digunakan pelaku, Harryo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Iya, pelaku tiga orang menggunakan senjata, jenis pistol, tipe masih diselidiki,” ungkapnya. @nur




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty