x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tantangan besar di sesi survei

Ikut Recce, Ubang Jadikan Rally Finlandia Pemanasan ke Jerman

Jumat, 02 Agustus 2013 07:39 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Ikut Recce, Ubang Jadikan Rally Finlandia Pemanasan ke Jerman - Tantangan besar di sesi survei - Subhan Aksa yang mendapat kehormatan tampil resmi di sesi survey.

(Foto: ist.)Subhan Aksa yang mendapat kehormatan tampil resmi di sesi survey.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pereli Internasional tak mungkin ditahbiskan sebagai pereli komplet jika belum menjajal Rally Finlandia yang sangat popular dengan sebutan 1000 Lakes Rally (Reli 1000 Danau). Event ini ibarat Piala Dunia bagi seorang pesepakbola.

Itu karena fakta Finlandia sebagai ajang reli tercepat sedunia yang tingkat kesulitan dan tingkat bahayanya sama tinggi.

Baca juga: Rifat & Fastron World Rally Team fokus hadapi Ojibwe Forests Rally dan Rifat ingin beri ‘kado’ Kemerdekaan dengan Podium

Sejak dihelat kali pertama dengan nama Jyväskylän Suurajot (Jyväskylä Grand Prix) pada 1951, reli ini sudah menelan banyak korban, baik peserta maupun penonton. Terakhir, terjadi pada sesi recce (survey) Rally Finlandia 2013 yang berlangsung 29-31 Juli lalu.

Jose Alexander Gelvez (Venezuela) yang tarung di kelas WRC2 gagal melakukan jumping (lompatan) dengan baik. Mitsubishi Evo X yang dikendarainya kehilangan kontrol dan mengarah pada kerumunan penonton. Salah satu penonton gagal menghindar dan
meninggal saat itu juga.

Itulah salah satu uniknya Rally Finlandia. Biar pun masih sesi  recce, penonton sudah membludak. Umumnya menunggu di lokasi  jumping jumlahnya bertebaran. Makin kencang laju mobil, semakin tinggi dari permukaan, bisa mencapai 2 meter.

Beberapa bagian mutlak menuntut skill mumpuni dari sang driver. Pasalnya, laju mobil langsung masuk tikungan saat mendarat. Sedikit saja salah, akibatnya fatal karena rata-rata dijelajahi dengan kecepatan tinggi.

“Lintasannya seru banget, sangat menantang. Tangan saya sampai keringatan nyetir mobil dan rasanya ingin langsung ikut berlomba,” tutur pereli Indonesia Subhan Aksa yang mendapat kehormatan tampil resmi di sesi survey, meski bukan kontestan Rally Finlandia (seri ke-8 WRC 2013) yang digelar 1-3 Agustus ini.

Ubang bersama navigator Nicola Arena (Italia) sebagai peserta regular FIA 2013 World Rally Championship (WRC)-2 memang diundang penyelenggara. Karena pakai mobil sewaan yang spesifikasinya jauh dari mobil reli, tentu saja Ubang tak bisa pol-polan pada kesempatan tersebut. Apalagi, ada perjanjian tertulis bahwa itu mobil langsung ditarik dan ganti rugi bila terjadi kerusakan.

“Tapi, setidaknya dapat atmosfernya. Beberapa trek pernah saya jalani saat ikut pada 2008, sebagian lagi lintasan yang baru kali ini saya masuki. Biar pun hanya survey,” kata Ubang.

Ia juga menambahkan, “Kami sangat menikmati kesempatan ini. Lintasannya gravel padat, lebar, dan rata-rata ditempuh dalam kecepatan tinggi. Banyak tikungan buta (crest) yang ujungnya tak terlihat. Itu tantangan sejak sesi survey karena pacenote yang sempurna wajib hukumnya di sini agar bisa mencapai finish.”

Ubang yang tercatat sebagai salah satu peserta yang alami kecelakaan spektakular pada 2008 lalu. Mobilnya terguling-guling beberapa kali ke luar lintasan. Kemungkinan besar ia akan ikuti Rally Finlandia tahun depan.

Tiga hari di atas ‘mobil reli’ itu dijadikan Ubang sebagai pemanasan ke Rally Jerman, 22-25 Agustus. Itu seri ke-9 WRC dan seri ketiga WRC2 dari enam jadwal kompetisi Ubang musim ini.

“Karakter lintasannya memang beda banget karena Jerman sepenuhnya lintasan aspal. Ini latihan untuk membiasakan diri dengan suasana reli dan reflek di balik kemudi. Sejak Rally Yunani dua bulan lalu sama sekali belum menyentuh kegiatan reli lagi,” tambahnya.

Selain itu, Ubang pun punya misi khusus di Finlandia, yakni mengamati performa mobil reli Ford Fiesta R5 yang tampil perdana setelah mendapatkan homolagasi FIA pada Juli lalu. Pacuan besutan rumah produksi M-Sport yang dikembangkan sejak 2011 itu sudah dipakai lima pereli di Finlandia.  Itu produksi pertama katagori R5 sebagai pacuan tertinggi di kelas WRC2. Kabarnya sudah 20 pereli  yang memesan mobil yang speknya sangat tipis dengan katagori WRC itu, termasuk Ubang untuk digunakan pada Rally Jerman.

“Sejak awal memang programnya demikian. Pastinya mobil ini lebih kompetitif dari versi sebelumnya. Semoga saja hasil di Jerman bisa lebih baik dari tahun lalu,” harap Ubang yang di seri Portugal dan Yunani menggeber seri RRC (Regional Rally Car). @rilis/noviar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty