x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kabis Prestasi siap diproses hukum jika terbukti melanggar

Dispora Surabaya diduga rekayasa uji lab perlengkapan Porprov 2013

Senin, 19 Agustus 2013 12:43 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Dispora Surabaya diduga rekayasa uji lab perlengkapan Porprov 2013 - Kabis Prestasi siap diproses hukum jika terbukti melanggar - Perlengkapan atlet Porprov 2013 lalu ini diduga di-mark up oleh Dispora Surabaya

(Foto: ist)Perlengkapan atlet Porprov 2013 lalu ini diduga di-mark up oleh Dispora Surabaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Surabaya dalam pengadaan perlengkapan atlet dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2013 memasuki babak baru. Pasalnya, dalam proses pengadaan beberapa perlengkapan yang berupa, kaos, jaket, training pack, sepatu, handuk, topi, dan kaos kaki itu, Dispora diduga melakukan rekayasa hasil uji laboratorium bahan perlengkapan sesuai standar.

Bahkan, hasil uji lab yang disertakan Dispora dalam pengadaan itu diduga hanya mencontoh (copy paste) dari pengadaan perlengkapan dua tahun sebelumnya. Akibatnya, barang yang diberikan untuk 800 atlet ini tidak sesuai dengan spesifikasi dalam hasil uji laboratorium. Hal ini sempat dikeluhkan beberapa atlet dan pengurus cabang olahraga (Cabor) yang merasa tidak nyaman memakai perlengkapan itu.

Baca juga: Dispora mendadak larang Persebaya tanding di Gelora Bung Tomo dan Dispora Surabaya mengaku diancam orang tak dikenal

Terkait hal ini, Kepala Bidang Prestasi (Kabidpres) Dispora Surabaya, Edy Santoso, malah mengaku barang yang diberikan pada atlet sudah sesuai dengan spesifikasi. Bahkan, Edy mengaku barang itu kualitasnya lebih baik dari sebelumnya (Porprov 2011). “Semua barang sudah sesuai dengan spesifikasi dan hasil uji lab. Bahkan bisa dikatakan lebih baik dari sebelumnya. Coba dicek aja sendiri,” kilah Edy Santoso.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengaku siap diproses hukum jika ditemukan terjadi pelanggaran dalam pengadaan perlengkapan atlet itu. “Gak mungkin saya berani merekayasa pengadaan barang. Saya masih waras. Silahkan kalau memang terbukti saya siap diproses hukum,” sambungnya.

Sekedar diketahui, selain melakukan mark up harga karena barang tidak sesuai spesifikasi, Dispora Surabaya juga melakukan monopoli pengadaan perlengkapan atlet. Barang yang seharusnya dilelang menjadi satu bagian ternyata dipecah berdasarkan dengan Penunjukan Langsung (PL). Padahal, perencanaan pengadaan barang itu menjadi satu bagian nomor rekening. Proses Penunjukan Langsung (PL) ini juga menimbulkan indikasi adanya permainan untuk memonopoli pengadaan peralatan atlet.

Dari pantauan di website lelang Pemkot Surabaya dengan alamat lpse.surabaya.go.id, pengadaan perlengkapan dengan nomor lelang 1430010 tersebut hanya senilai Rp 242.440.000 saja dengan satuan item terdiri dari kaos kaki, kaos olahraga, training pack dan tas.

Sedangkan sisanya yaitu topi, sepatu, kaos kaki, dan handuk dilakukan penunjukan langsung (PL). Padahal, dua tahun sebelumnya pengadaan seluruh alat itu dilelang menjadi satu bagian senilai Rp 600 juta. @iwan_christiono

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty