x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Melanggengkan Partai Demokrat sebagai partai keluarga

Ma’mun Murod: Anas Jadi ‘Tumbal’ Politik Cikeas

Jumat, 23 Agustus 2013 17:06 WIB (12 months yang lalu)Editor:
Ma’mun Murod: Anas Jadi ‘Tumbal’ Politik Cikeas - Melanggengkan Partai Demokrat sebagai partai keluarga - Peluncuran Buku , Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas' di Warung Daun Cikini Jakarta

(Foto: Aulia Rahman LICOM)Peluncuran Buku , Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas' di Warung Daun Cikini Jakarta

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:Ma’mun Murod Al-Barbasy menegaskan, Anas Urbaningrum (AU) hanya dijadikan ‘tumbal’ politik oleh orang-orang yang melanggengkan Partai Demokrat sebagai partai keluarga.

“Kesalahan Anas di Partai itu, keinginan Anas membangun demokrat menjadi partai modern. Namun tidak disetujuhi. Inginnya partai keluarga,” ujar Ma’mun Murod dalam beda buku yang ditulisnya berjudul ‘Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas’ di Kafe Warung Daun Cikini Jakarta, Jumat (23/08/2013).

Baca juga: Max Sopacua tuding pemilik media giring opini Demokrat pecah dan SBY tetap netral, meski partai dukung Prabowo-Hatta

Lebih jauh ia menjelaskan, pelengseran Anas sebagai ketua umum PD, dipandang sebagai salah langkah yang keliru bagi partai, lantaran Anas memiliki kemampuan dan jaringan yang kuat dalam menopang kebesaran Demokrat.

“Pelengseran Anas itu sebenarnya kerugian bagi Demokrat. Setelah Anas mundur, tidak serta merta internal PD itu jadi baik dan solid,”ungkap mantan ketua umum PB HMI ini.

Selain itu, mundurnya Anas sebagai ketum PD, mengakibatkan hilangnya orang-orang cerdas, dibarisan Anas Urbaningrum.

“Banyak yang mundur. Pasca Anas yang berjibaku untuk membela PD mereka yang saat ini, berada pada barisaan Anas mundur, mereka cerdas dan pintar, seperti Gede Pasek, Karel, dan lainnya. Yang tersisah hanya Saan Mustofa ,itupun orangnya Anas,” terangnya.

Ma’mun juga menegaskan, kedepan, Partai Demokrat masih belum menemukan figur selevel Anas, bahkan lebih darinya.

“Kita bisa lihat, kedepan itu PD masih belum menemukan figur sekelas Anas, AU itu cerdas, saat pidato pengunduran diri tanpa persiapan apapun, tanpa teks, karena cerdas bawaan,” tuturnya.

Dirinya juga berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan yang saat ini telah menyangkahkan Anas sebagai tersangka.

“Kasus AU harus diselesaikan secara cepat, kalau bisa sebelum 2014. Biar tidak menggantung statusnya. Biar jelas,” pungkasnya. @yuanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty