x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pedagang minta pemerintah lebih perhatian

Pembangunan mall Sun City Madiun matikan Pasar Kothak

Selasa, 03 September 2013 10:38 WIB (8 months yang lalu)Editor:
Pembangunan mall Sun City Madiun matikan Pasar Kothak - Pedagang minta pemerintah lebih perhatian - Kondisi kiso-kios di Pasar Kothak Madiun yang sepi akibat akses jalan tertutup pembangunan mall Sun City.

(Foto: DHIMAS MANUNGGAL)Kondisi kiso-kios di Pasar Kothak Madiun yang sepi akibat akses jalan tertutup pembangunan mall Sun City.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Belasan kios serta ruko yang ada di belakang Pasar Burung Sri Jaya Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun atau lebih dikenal dengan nama Pasar Kothak kondisinya kini sangat memperhatikan. Dari tahun ke tahun dibiarkan mangkrak tidak terurus.

Pujianto, salah satu pedagang mracang mengatakan, sudah sekitar 2 tahun lebih kios-kios da ruko yang ada di tempat tersebut sepi pengunjung. Penyebabnya, salah satu akses jalan ditutup dengan adanya proyek pembangunan mall Sun City.

Baca juga: TNI dan wartawan Madiun serahkan bantuan untuk korban Sinabung dan Mahfud MD imbau pemimpin mesti punya 2B

“Dulu ada akses jalan samping Carefour namun kini ditutup karena adanya pembangunan Sun City” kata Pujianto yang sudah berjualan sejak tahun 2005 kepada LICOM, Selasa (03/09/2013).

Pujianto menambahkan, selain pembangunan Sun City, adanya kantor cabang pembayaran air (PDAM) Kartoharjo juga mempengaruhi sepinya pengunjung. “Mengapa demikian, karena kantor PDAM tersebut menghalagi pandangan, jadi kios-kios tersebut tidak nampak dari jalan raya. Kita harap kantor tersebut dibongkar agar puluhan kios dan ruko bisa terlihat dan ramai seperti dulu lagi,” pintanya.

Fiki, pedagang jamu di lokasi kios tersebut juga mengeluhkan hal yang sama. “Dulu ramai, mas. Sekarang sampean lihat, sepi kan? Banyak kios yang memilih tutup daripada buka dan sekarang hanya ada 2 atau 3 kios yang buka,” keluh Fiki.

Mereka berharap kepada pemerintah agar memikirkan nasib para pedagang.@dhimas




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty