x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Astaga! 58,2% merupakan kejahatan seksual

Hingga Agustus 2013, tercatat 2.263 kasus kekerasan anak

Kamis, 05 September 2013 19:55 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Hingga Agustus 2013, tercatat 2.263 kasus kekerasan anak - Astaga! 58,2% merupakan kejahatan seksual - ilustrasi

(Foto: istimewa)ilustrasi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hingga Agustus 2013, tercatat 2.263 kasus yang telah dilaporkan di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan 58,2 persen kasus merupakan pelaporan kejahatan seksual.

Yang lebih mengejutkan dari seluruh kasus yang dilaporkan 85.8 persen pelakunya berasal dari menengah atas atau dari kalangan intellectual.

Baca juga: Lindungi siswa, Polres Pelabuhan Tanjung Perak gandeng Psycolog dan Komnas PA akan bongkar kasus kekerasan seksual di Pesantren Al Bina

Hal itu diutarakan Arist Merdeka Sirait, Kepala Komnas PA, saat ditemui dikantornya, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis(5/9/13)

“Para pelaku kejahatan seksual adalah orang terdekat seperti ayah kandung, abang, paman, tetangga, guru baik guru regular dan guru spiritual,” ujar Arist.

Arist mengungkapkan 82 persen dari laporan yang diterima korbannya adalah anak-anak dari keluarga miskin, namun mengejutkan lagi pelakunya kebanyakan dari kalangan intellectual.

” Ini dikarenakan perkembangan zaman dan pergaulan yang makin pesat serta terjadi degradasi moralitas, hancurnya ketahanan keluarga,” ungkapnya.

Aris menjelaskan bahwa hingga saat ini penegakaan hukum untuk kasus kejahatan seksual belum maximal dan belum berdampak jerah. “Penegakan hukumnya masih konvesional dan seperti menggunakan kaca mata kuda,” jelasnya.@Silma

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty