x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Bersikukuh tentang aksi militer

Presiden Rusia siapkan rencana khusus antisipasi serangan AS ke Suriah

Kamis, 05 September 2013 11:24 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Presiden Rusia siapkan rencana khusus antisipasi serangan AS ke Suriah - Bersikukuh tentang aksi militer - Presiden Rusia mengaku sudah siapkan rencana khusus jika AS benar-benar menyerang Suriah

(Foto: www.telegraph.co.uk)Presiden Rusia mengaku sudah siapkan rencana khusus jika AS benar-benar menyerang Suriah

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Presiden Rusia Vladimir Putin yang menentang rencana serangan militer Amerika Serikat ke Suriah mengaku pihaknya mempersiapkan rencana khusus andai aksi AS itu benar-benar dilakukan.

Putin menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia. “Kami memiliki gagasan kami sendiri tentang apa yang akan kami lakukan dan bagaimana kami akan melakukannya jika situasi berkembang menuju penggunaan kekuatan atau sebaliknya. Kami punya rencana-rencana kami sendiri, namun masih terlalu dini untuk membahasnya,” tandas pemimpin Rusia itu, Kamis (5/9/2013).

Baca juga: Putin hormati nasionalisme pebisnis, Emerging market Indonesia "seksi" dan 4,5 juta pengungsi Suriah tragis, ACT Indonesia kirim tim kemanusiaan

Sekedar diketahui, serangan pihak barat terhadap Suriah kian menggencar setelah oposisi Suriah menuding pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad pada 21 Agustus lalu melakukan serangan kimia di basis-basis pemberontak dekat Damaskus yang mengakibatkan 1300 lebih orang tewas.

Namun tuduhan ini berulang kali dibantah rezim Assad. Pemerintah Suriah malah balik menuding bahwa para pemberontaklah yang bertanggung jawab atas serangan kimia itu. Tujuannya, agar mendapat simpati dunia internasional untuk mendorong aksi militer terhadap rezim Assad. @yh/LI-14

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty