x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pemprov Jatim diminta lebih pro-aktif menengahi

PMII Jatim: Konflik Puger Jember rebutan tambang emas

Sabtu, 14 September 2013 09:42 WIB (11 months yang lalu)Editor:
PMII Jatim: Konflik Puger Jember rebutan tambang emas - Pemprov Jatim diminta lebih pro-aktif menengahi - Salah satu pencari emas di wilayah Wuluhan Jember.

(Foto: ISTIMEWA)Salah satu pencari emas di wilayah Wuluhan Jember.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Bayang-bayang konflik bermotif agama di Puger, Jember ditampik oleh kaum muda Islam Jawa Timur. Melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur, kaum muda Islam ini menyatakan bahwa konflik yang terjadi di Puger, Jember dipicu adanya perebutan atas tambang emas.

“Kalau hanya karena soal Syiah, tentu sudah terjadi mulai dulu. Makanya, kita harus jeli melihatnya, siapa yang bermain di sana, siapa di balik kasus itu,” kata Fairouz Huda, Ketua Umum PMII Jawa Timur kepada LICOM, Sabtu (14/09/2013).

Baca juga: Pelaku penganiayaan kerusuhan Sunni-Syiah Jember dituntut 8 tahun dan Tujuh perusak Ponpes Darus Sholihin divonis enam bulan penjara

Mencuatnya kawasan tambang emas di Jember ini dimulai awal tahun 2000-an lalu. Potensi emas itu berada di wilayah selatan Jember, 10 kilometer dari pantai selatan. Pada tahun 1992, PT Hakman Group, konsorsium empat perusahaan, sudah melakukan eksplorasi di sekitar Dusun Baban Silosanen, Desa Mulyorejo, Silo.

Perusahaan yang mengantongi izin dari Departemen Pertambangan saat itu mengajukan permohonan kontrak karya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Dari areal 70.000 hektar, dikabarkan terdapat kandungan 800 juta ton bijih emas dengan kadar dua kali lebih baik dibanding batu hijau.

Kendati demikian, Fairouz tidak memungkiri kemungkinan jika kasus tersebut dilatarbelakangi perbedaan paham keagamaan. Sebab, belum lama ini, di Sampang sudah terjadi hal serupa. “Semoga kejadian di Puger ini adalah kisah kelam kekerasan atas nama agama yang terakhir di Jawa Timur,” harapnya.

Harapan itu, lanjut dia, akan dapat terwujud jika pemerintah provinsi Jawa Timur hadir melibatkan diri menengahi persoalan ini dengan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Misalnya dengan melakukan pendidikan karakter kebangsaan dan keagamaan sesuai dengan fondasi nilai-nilai ideologi bangsa ini, seperti Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Yang paling mendesak saat ini, kata pria berputra satu ini, aparat kepolisian harus sigap dalam menangani kasus itu dan mengusut tuntas pelaku kekerasan, termasuk aktor intelektualnya sesuai hukum yang berlaku.

“Kami PMII se-Jatim sungguh merasa sedih, melihat kejadian di Puger itu yang mengakibatkan satu orang nyawanya melayang sia-sia,” ujarnya.

Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Opini Publik PMII Jatim Abdul Hady JM menambahkan, kekerasan atas nama agama bukan saja meresahkan masyarakat, melainkan juga memperburuk citra agama itu sendiri. “Dengan alasan apa pun kekerasan adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak dibenarkan oleh agama apa pun,” tandasnya.@licom

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty