x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Sudah dicek bahwa itu ramuan dedaunan

Kemenag Tuban bantah Humas Kemenag Jatim tentang jamaah haji bawa tuak

Senin, 16 September 2013 13:52 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Kemenag Tuban bantah Humas Kemenag Jatim tentang jamaah haji bawa tuak - Sudah dicek bahwa itu ramuan dedaunan - Barang-barang bawaan jamaah haji diperiksa petugas Embarkasi Surabaya di Sukolilo.

(Foto: DOK. LICOM)Barang-barang bawaan jamaah haji diperiksa petugas Embarkasi Surabaya di Sukolilo.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kabar adanya penyitaan barang bawaan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Tuban yang diduga minuman keras tradisional (tuak) dibantah pihak Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban. Menurut Kemenag Tuban, cairan tersebut merupakan jamu dari ramuan dedaunan.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Siti Maulidiyah saat dikonfirmasi LICOM, Senin (16/09/2013) membantah komentar Humas Kanwil Kemenag Jatim yang menyebut bahwa cairan 1,5 liter yang dikemas dalam botol bekas air mineral tersebut merupakan tuak. Karena saat diperiksa timnya, warnanya hitam dan kecoklatan serta rasanya asin. Sedangkan jika tuak, warnanya putih kecoklatan. “Itu bukan tuak, sudah dicek polisi yang mengawal juga,” tegasnya.

Baca juga: Hanura nilai diplomasi haji Indonesia ke Arab Saudi lemah dan 283 jamaah haji Ponorogo tiba di rumah

Berdasarkan penelusuran sementara, cairan yang disita petugas di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo saat dilakukan pemeriksaan di mesin X Ray tersebut merupakan pesanan anak CJH asal Kecamatan Senori yang sudah berada di Makkah. “Itu jamu herbal dari dedaunan dan itu pesanan anaknya untuk jamu. Bukan tuak itu. Tapi pak Kepala (Kemenag Tuban) akan melakukan klarifikasi ke Kanwil,” jelasnya.

Sebelumnya, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim, Fatkhul Arif menuturkan, petugas di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo menemukan adanya seorang calon jamaah asal Tuban yang membawa tuak. Ia menjelaskan, minuman keras tradisional itu ditemukan di dalam tas bagasi jamaah tersebut. Beratnya sekitar 1,5 liter dan ditaruh di bekas botol minuman. “Petugas mengetahui adanya tuak dalam botol tersebut, ketika melakukan pemeriksaan dengan X Ray,” imbuhnya.

Setelahnya, kata Arif, petugas haji langsung mengeluarkan botol berisi tuak tersebut. Sejurus kemudian, si pemilik dipanggil oleh petugas. Di hadapan petugas, warga Tuban tersebut mengaku bahwa minuman yang dibawanya tersebut bukan minuman memabukkan. “Ini jamu, pak. Kalau minum itu, tubuh saya jadi segar,” kilah si jamaah, seperti ditirukan Arif.@muhaimin

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty