x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kasus korupsi proyek perbaikan dan pemeliharaan kelistrikan

Ahok ‘geram’ 2 pelaku korupsi di Kepulauan Seribu belum ditahan

Rabu, 18 September 2013 13:07 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Ahok ‘geram’ 2 pelaku korupsi di Kepulauan Seribu belum ditahan - Kasus korupsi proyek perbaikan dan pemeliharaan kelistrikan - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

(Foto: istimewa)Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sangat geram menanggapi pejabat Dinas Perindustrian dan Energy Pemprov DKI di kepulauan seribu yang terlibat korupsi.

Yang membuat Pria yang akrab disapa Ahok itu semakin ‘geram’ adalah 2 Kepala unit pengelolahan kelistrikan kabupaten kepulau seribu yang terbukti melakukan tindakan korupsi itu belum juga mendapatkan tindakan tegas.

Baca juga: Jumlah PNS DKI Jakarta empat kali PNS Manila, biang mental benalu dan Tim transisi picu pendukung berbalik serang Jokowi, jangan dientengkan!

“Kalau ngerjain aja enggak ditangkep, jadi ngelunjak, yang baik baik jadi jahat,” ujar Ahok di balaikota, Rabu(18/9/13).

Politisi partai Gerindra ini mengungkapkan, dirinya akan menyerahkan kasus ini kepihak berwenang untuk memprosesnya dan dirinya juga belum berkordinasi lanjut terkait upaya pengontrolan kelapangan yang dilakukan oleh dinas-dinas untuk menindaklanjuti tindakan yang akan dilakukan.

“Ya susah kan kalau kayak gitu, kita tuh belum sampai tahap kalau koruptor itu disita hartanya, terus kalau anaknya enggak bisa buktiin hartanya dari mana, sita semua, nah itu baru penting,” ungkap Ahok.

Namun dirinya menegaskan bahwa seharusnya Pemerintah serta DPR lebih tegas dalam membuat undang-undang bagi para pejabat yang tersangkut masalah. “Udah undang-undang, peraturan kan antara DPR dan pemerintah, presiden, jadi harus lebih tegas,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kabar penahanan dua pejabat Pemprov DKI dari Dinas Perindustrian dan Energi yang ditangkap Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah sampai di kuping Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Saat diminta tanggapan terkait persoalan itu, politikus PDIP ini menyerahkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Sekadar diketahui, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menahan dua pejabat di lingkungan Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta pada Jumat pekan lalu. Mereka adalah Mursalin Muhaiyang, Kepala Unit Pengelola Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu dan Susilo Budi Riyanto, Kepala Seksi Perawatan UPT Kelistrikan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi proyek perbaikan dan pemeliharaan kelistrikan di Kepulauan Seribu tahun 2012, yang didakwa melakukan korupsi senilai Rp1,3 miliar dalam proyek pengadaan listrik kepulauan Seribu. @silma

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty