x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pelaku penyekapan, PT Bing Jaya usaha jasa security

Penyekapan dan penyiksaan di Taman Sari libatkan 1 oknum Lantamal

Rabu, 18 September 2013 02:14 WIB (12 months yang lalu)Editor:
Penyekapan dan penyiksaan di Taman Sari libatkan 1 oknum Lantamal - Pelaku penyekapan, PT Bing Jaya usaha jasa security - Penyekapan dan penyiksaan di Ruko Taman Sari, Jakarta Barat berhasil dibongkar polisi. Inilah salah satu dari 8 tersangka pelaku yang berhasil ditangkap.

(Foto: ist.)Penyekapan dan penyiksaan di Ruko Taman Sari, Jakarta Barat berhasil dibongkar polisi. Inilah salah satu dari 8 tersangka pelaku yang berhasil ditangkap.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Penyekapan dan penyiksaan yang merupakan aksi ‘premanisme’ terhadap korban terkait utang putang di sebuah Ruko Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa malam (17/9/13), ternyata dilakukan sebuah jasa security PT Bintang Jaya.  Delapan tersangka penyekap yang ditangkap Polsek Taman Sari, salah seorang diketahui oknum bintara TNI AL yang bertugas di Lantamal.

Tim dari Polsek Tamansari, Jakarta Barat, kini membawa dua orang korban penyekapan dan para tersangka ke Polsek Taman Sari.  Korban, AZ (40 tahun) disekap selama 1 minggu, dan AA (45 tahun) disekap selama 1,5 bulan. AA berasal dari luar Jakarta, yaitu Cilacap.

Kapolsek Tamansari, Kompol Ade Vivid, mengakui,  para pelaku pelaku penyekapan dan penganiayaan ini merupakan karyawan perusahaan jasa security PT Bintang Jaya, yang berkantor di Ruko itu.

Penanganan lebih lanjut terhadap salah seorang pelaku yang oknum anggota Lantamal, Polsek Taman Sari koordinasi dengan Denpomal. Oknum ini sempat bersikap arogan saat Ruko digerebek polisi.  Namun,  setelah polisi mencecar pertanyaan, oknum ini mengakui bergabung di PT Bintang Jaya tanpa sepengetahuan kesatuannya.  “Dia mengaku ini pekerjaan sambilan,” kata Kompol Ade.

Barang bukti berupa pistol merk Bareta, senjata air softgun, sangkur, dan mandauw, serta CCTV yang berada di Lantai 2 Ruko itu juga diamankan ke Polsek, sebagai barang bukti.

Menurut Ade, motif penyekapan dan penganiayaan sebagaimana pengakuan kedua korban, terkait utang-piutang. AA sebelum disekap, oleh para pelaku dijemput di rumahnya, Cilacap. Para penyekap sempat meneror keluarga AA akan memotong tangan dan memerkosa isteri AA bila tidak segera menyelesaikan utang piutang. Penyekapan baru akan dibebaskan bila keluarga korban melunasi utang.

“Saya tiap hari dihajar, dipukul dengan pistol sampai berdarah, bahkan diancam dibunuh kalau tidak segera melunasi utang,” kata AA saat diwawancarai wartawan, juga reporter TVOne di lokasi kejadian. AA menuturkan oknum anggita TNI AL juga ikut memukulinya.

Sementa itu, AZ mengaku tidak menyangka kalau bisa bebas. Dia menyangka ketika beberapa orang mendekati dirinya, akan mengesekusi membunuh seperti yang biasa dilontarkan para pelaku. “Mereka mengancam akan membunuh dan membuang saya Jumat nanti,” kata lelaki yang tampak masih trauma akibat disekap selama 1,5 bulan dan dianiaya.

AZ baru lega setelah mendengar, “Saya polisi, saya polisi”. “Saya berterima kasih pada Bapak Polisi telah membebaskan saya,” kata AZ, berkaca-kaca. @hermawan

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty