x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Hamdi Muluk: Ini persoalan ego dan dendam

Anas Urbaningrum vs SBY: Satu jadi abu, satu jadi arang

Kamis, 19 September 2013 09:52 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Anas Urbaningrum vs SBY: Satu jadi abu, satu jadi arang - Hamdi Muluk: Ini persoalan ego dan dendam - Perseteruan antara SBY dan Anas Urbaningrum dinilai bakal menjadikan keduanya layaknya abu dan arang.

(Foto: DOK. LICOM)Perseteruan antara SBY dan Anas Urbaningrum dinilai bakal menjadikan keduanya layaknya abu dan arang.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Manuver mantan Ketua Umum Partai Demorat (PD), Anas Urbaningrum yang memotori pendirian Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) dinilai sebagai upaya perlawanan dan balas dendam atas perilaku Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pucuk pimpinan Partai Demokrat kepadanya.

Sinyal perlawanan itu pun diterima dan langsung direspon SBY melalui mesin partainya dengan mengamputasi jaringan Anas di internal Demokrat. Buktinya, Saan Mustafa dan Gde Paek Suardika yang dikenal sebagai loyalis Anas langsung dicopot dari posisi strategis di DPR. Perang kembang ini pun dinilai akan terus belanjut hingga kedua pihak sama-sama hancur. Satu pihak menjadi debu, satu pihak lainnya menjadi arang.

Baca juga: Demokrat anggap kicauan Twitter Anas soal SBY Cawapres itu nyinyir dan Ketua Fraksi Demokrat: Buku Anas tak layak dibaca!

“The game is not over yet. Ini yang saya bingung. Buat apa lagi orang berdua ini berkelahi? Ibaratnya, mereka sibuk berperang berdua, partai lain sedang mengintip-intip kemenangan. Artinya, mereka berdua perang itu satu jadi abu, satu yang klain jadi arang. Harusnya SBY rangkul sisa-sisa kekuatan Anas,” beber pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk saat bincang santai dengan LICOM, Kamis (19/09/2013).

Hamdi menuturkan, kubu SBY dan Anas sama-sama terlalu percaya diri atas kekuatannya. SBY percaya memiliki kemampuan dan bisa berhasil melakukan amputasi pada jaringan Anas Urbaningrum. Sebaliknya, Anas juga percaya memiliki kemampuan bisa menggembosi SBY dan Demokrat.

“SBY Pede banget kekuatan Anas sudah tidak ada apa-apanya, habisin saja sekalian. Gitu kira-kira pikir kubu SBY. Anas dapat apa? Kebanggan, itu lihat Partai Demokrat nggak di bawah Ketum gua tersungkur,” kata Hamdi.

Hamdi juga menilai, perseteruan antara Anas dan SBY ini merupakan pemenuhan ego masing-masing. Sebab, jika Anas memiliki motif untuk come back ke panggung politik peluangnya sangat kecil. Status Anas di KPK sebagai tersangka, kata Hamdi, menjadi batu ganjalan besar bagi partai-partai lain untuk menggandengnya.

“Kalau toh konflik ini berlanjut, mungkin soal kepuasan ego masing-masing saja. Mungkin masih ada dendam yang nggak selesai,” tegas Hamdi.@endang

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty