x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Aksi teatrikal mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo

Insiden penyobekan bendera Belanda `terulang` di Hotel Majapahit

Kamis, 19 September 2013 13:34 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Insiden penyobekan bendera Belanda `terulang` di Hotel Majapahit - Aksi teatrikal mengenang perjuangan arek-arek Suroboyo - Aksi teatrikal mengenang insiden penyobekan bendera Belanda oleh arek-arek Suroboyo di Hotel Majapahit

(Foto: syska)Aksi teatrikal mengenang insiden penyobekan bendera Belanda oleh arek-arek Suroboyo di Hotel Majapahit

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Hari ini tepat 68 tahun silam, terjadinya peristiwa yang menjadi awal gerakan sporadis arek-arek Suroboyo menantang dan melawan keinginan kolonial untuk kembali menancapkan kukunya menjajah bumi pertiwi Indonesia.

Peristiwa 19 September 1945 di Hotel Yamato (nama di zaman Jepang yang semula zaman Belanda bernama hotel Orange, kini bernama Hotel Majapahit) di Jl Tunjungan 65 Surabaya itu, kini terulang kembali dalam bentuk teatrikal.

Baca juga: Lezatnya Majies Funbites pastry ala Hotel Majapahit dan Foto Kota Surabaya kembali membara

Aliansi Masyarakat Cinta NKRI (STIMATA NKRI) menggandeng Mahasiswa Universitas Widya Kartika (UWK) dan SMP 52 Surabaya, menggelar aksi teatrikal untuk memperingati peristiwa `insiden bendera` di Hotel Majapahit.

“Aksi kali ini untuk mengenang history 68 tahun lalu. Pertama kali arek- arek Suroboyo melihat merah putih biru lalu menyobek warna birunya. Peristiwa itu kemudian terus meruncing hingga pecah pertempuran besar 10 Nopember,” ujar Ismed Rama, Ketua STIMATA NKRI.

Bersama anak-anak muda Surabaya, Ismed berharap acara ini mampu mengembalikan rasa cinta tanah air. “Kita tanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda. Ingat, Surabaya adalah kota pahlawan. Tapi sayangnya pahlawan di jaman sekarang hampir gak ada,” sambung Ismed.

Fitri, mahasiswi UWK yang menjadi salah satu anggota dalam aksi teatrikal itu menyebut, sebagai generasi penerus, kini memang merdeka dari segi penjajahan. “Tp kami kurang merdeka dari segi pendidikan dan sebagainya. Maka itulah Kami disini berada di kancah paling depan untuk melakukan perubahan itu sendiri,”ucapnya dengan rasa semangat patriot. @Syska_Liana

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty