x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tersangka ingin ajukan panangguhan

Kejari Kota Kediri akhirnya menahan tersangka korupsi BNI

Selasa, 01 Oktober 2013 04:23 WIB (10 months yang lalu)Editor:
Kejari Kota Kediri akhirnya menahan tersangka korupsi BNI - Tersangka ingin ajukan panangguhan - Kantor Kejaksaan Kediri.

(Foto: Istimewa)Kantor Kejaksaan Kediri.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:  Akhirnya tiga pegawai PT Bank Negara Indonesia Tbk, masuk tahanan. Ketiganya di duga kuat menggelapkan surat jaminan kredit, yang berpotensi merugikan negara 1,8 miliar rupiah.

Upaya penggelapan ini dilakukan bekerjasam dengan seorang pengusaha. Berawal dari pengajuan kredit yang di ajukan oleh BS, pengusaha peternakan ayam di Tulungagung, Jawa Timur, kepada Bank BNI 46 Kediri sebesar 2,5 miliar rupaih, dengan jaminan sebuah sertifikat tanah.

Baca juga: Sejumlah kasus korupsi terbongkar di ujung jabatan walikota kediri dan KUA Kota Kediri digeledah Kejaksaan

Namun, belum selesai kewajiban BS mengangsur cicilan ke BNI, dia menyuap ABP,PHT dan AP agar mengeluarkan sertifikatnya dari bank.

Setelah di lakukan audit, BNI yang menyadari hilangnya sertifikat jaminan tersebut. Pinjaman BS sebesar 2,5 miliar rupiah itu, baru dibayarkan 700 juta rupiah dan masih tersisa 1,8 M. Mengetahui hal tersebut,  manajemen bank lantas melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, karena alamat sertifikat jaminan tersebut berada di Tulungagung.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Sundaya mengatakan, penahanan ketiga pegawai BNI Cabang Kediri ini, merupakan tindak lanjut atas penyidikan yang dilakukan Satuan Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

”Dan penahan tersebut juga sudah memenuhi pasal 21 KUHP. “ujarnya Senin (30/9/2013) kepada LICOM.

Anggota Satuan Khusus Tipikor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Rustuningsih mengatakan, pihaknya baru pertama kali menangani kasus penggelapan surat jaminan perbankan seperti ini. Meski modus serupa cukup sering terdengar di masyarakat, namun tak ada satupun yang masuk ke ranah penyidikan.

“Ini bukan delik aduan, jadi kami mohon pihak bank turut kooperatif melaporkan kasus serupa yang merugikan negara,” katanya.

Kuasa hukum ketiga tersangka Rifani menjelaskan, ketiga pegawai BNI itu mengaku, tak berniat korupsi dan merasa telah dijebak oleh BS, yang meminta bantuan mengeluarkan sertifikat itu hanya untuk dipinjam. Ketiganya juga mengaku tak menerima komisi sepeserpun dari BS, atas penggelapan surat jaminan tersebut.

”Kami menyayangkan penahanan tersebut karena selama ini klien kami sangat kooperatif,” ujarnya.

Lebih lanjut Rifani mengaku, penahanan yang di lakukan oleh pihak Kejari Kota Kediri sangat berlebihan,karena klienya masih aktif sebagai karyawan. Menyikapi hal tersebut dirinya akan berkoordinasi dengan pimpinan BNI, untuk mengajukan penagguhan penahanan.@sisanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty