x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Kasus penjualan lahan BUMN

Mantan Dirut PT Garam, Leo Pramuka jadi tersangka

Kamis, 03 Oktober 2013 01:41 WIB (10 months yang lalu)Editor:
Mantan Dirut PT Garam, Leo Pramuka jadi tersangka - Kasus penjualan lahan BUMN - Leo Pramuka (Tengah, duduk, berbaju hitam) tersangka kasus penjualan lahan PT Garam.

(Foto: Istimewa)Leo Pramuka (Tengah, duduk, berbaju hitam) tersangka kasus penjualan lahan PT Garam.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur akhirnya menetapkan mantan Direktur Utama PT Garam (Persero) Leo Pramuka sebagai tersangka kasus penjualan lahan milik PT GaramĀ  seluas 2.000 meter persegi.

Akibat penjualan tanah milik perusahaan pelat merah itu, negara dirugikan sebesar 35 miliar rupiah. “Dia (Leo Pramuka-red) sebagai tersangka, karena dia pengeluar SK penjualan lahan PT Garam” ujar Kasi penyidik Kejati Jatim Rohmadi, Rabu (2/10/2013).

Baca juga: Kakak Hary Tanoesudibjo bakal kembali diperiksa Kejati Jatim dan Kejati Jatim sita 100 dokumen milik PT Garam

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, nemun belum ada penahanan terhadap Leo. “Pemeriksaan dulu, Belum bisa kita tentukan jadwal pemeriksaannya, masih kita susun” ucapnya.

Kasus ini berawal dugaan penjualan lahan PT Garam yang dilepas dengan harga miring, karena ada skenario sistematis. Dugaan itu bermula, ketika PT Simtex Wasindo Wangsatama memperoleh hak pengelolaan lahan PT Garam itu selama 20 tahun, sejak 2005. Di lahan tersebut, Simtex kemudian membangun pusat bisnis berupa rumah toko (Ruko).

Pada tahun 2005, PT Garam yang saat itu dipimpin Leo Pramuka sebagai Direktur Utamanya, bermaksud menjual lahan tersebut. Lelang penjualan pun dibuka. Hingga enam kali lelang, ternyata tidak ada pesertanya.

Penyebabnya, BOT (kontrak perjanjian pengelolaan lahan antara PT Garam dengan Simtex) tetap berlaku.

PT Garam kemudian membuka lelang lagi, untuk kali ketuju. Nah, pada lelang kali ini Simtex masuk sebagai satu-satunya peserta. Lahan lepas ke tangan Simtex dengan harga jauh dari sewajarnya, yakni Rp 19 miliar.
Padahal, saat itu harga lahan seluas dua hektare tersebut sebesar Rp 54 miliar.@ian_lensa

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty