x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Oknum karyawan sekongkol palsukan dokumen pembelian

Perusahaan importir kedelai PT FKS Multi Agro rugi Rp 20,653 miliar

Jumat, 04 Oktober 2013 16:38 WIB (6 months yang lalu)Editor:
Perusahaan importir kedelai PT FKS Multi Agro rugi Rp 20,653 miliar - Oknum karyawan sekongkol palsukan dokumen pembelian - Ir Christina Hanainul Djihar karyawan yang nekat memalsukan dokumen pembelian kedelai PT FKS Multi Agro

(Foto: ian)Ir Christina Hanainul Djihar karyawan yang nekat memalsukan dokumen pembelian kedelai PT FKS Multi Agro

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Adanya lonjakan harga kedelai memang menjadi jurus jitu bagi sebagian orang untuk meraup keuntungan, berbagai cara dilakukan baik cara halal maupun cara pintas. Salah satunya Ir Christina Hanainul Djihar karyawan PT FKS Multi Agro yang nekat memalsukan dokumen sehingga merugikan perusahaan importir kedelai terbesar itu.

Tak tanggung-tanggung, dari pemalsuan dokumen pembelian kedelai ini, Hainul merugikan PT FKS Multi Agro Cabang Surabaya sebesar Rp 20,653 miliar. Kini, atas perbuatannya itu terdakwa harus menjalani persidangan di PN Surabaya, dan terancam enam tahun penjara.

Baca juga: Pengadilan Negeri Surabaya lumpuh gara-gara Panitera mogok kerja dan Divonis ringan, Ketua RT tertawa ngakak saat keluar sidang

Dalam dakwaan JPU Tining dari Kejati Jatim disebutkan, Ir Christina dijerat pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

JPU Tining, SH dalam dakwaannya menerangkan bahwa terdakwa Ir Christina Hanainul Djihar bersama  Gunawan Wijaya alias A Kyat, Fx Irwanto, Sri Rahayu Widiastuti, Heni Susanti, dan Sukarni, yang kesemuanya merupakan karyawan PT FKS Cabang Surabaya telah merekayasa pembelian kedelai dari PT FKS Multi Agro Cabang Surabaya. Namun kedelai yang dijual dan hendak dibeli oleh konsumen itu tanpa sepengetahuan dan seijin PT FKS Murlti agro Cabang Surabaya.

Selain itu, harga yang ditawarkan kepada konsumen lebih tinggi dari harga yang ditentukan perusahaan. Sementara untuk pembayaran dari konsumen tidak melalui rekening perusahaan, namun masuk ke rekening FX Irwanto dan rekening terdakwa. “Konsumen sudah melakukan pembayaran sebanyak 51 konsumen, dengan total pembayaran sebesar Rp 20,653 miliar,”ujarnya.

Terungkapnya perkara ini, setelah perusahaan melakukan audit dan pengecekan terhadap ke 51 konsumen. Dimana hasil dari audit dan pengecekan, bahwa para konsumen ini tidak pernah melakukan pembelian sebagaimana data yang ada di PT FKS Multi agro Cabang Surabaya.@ian_lensa




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty