x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Parto Sukiran dihargai 25 Juta rupiah

Administratur Perhutani KPH Jatirorogo akan membayar sayembaranya

Senin, 07 Oktober 2013 23:14 WIB (11 months yang lalu)Editor:
Administratur Perhutani KPH Jatirorogo akan membayar sayembaranya - Parto Sukiran dihargai 25 Juta rupiah - Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Amas Wijaya (Dua dari kiri) di lokasi penembakan.

(Foto: Muhaimin)Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Amas Wijaya (Dua dari kiri) di lokasi penembakan.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Sepak terjang Parto Sukiran (45), sejak 2011 lalu membuat aparat keamanan kewalahan, Hingga disayembarakan. Siapa yang berhasil mnenagkanya akan mendapat hadiah 25 juta rupiah.

Sayembara itu dikeluarkan oleh Administratur perhutani KPH Jatirogo. Sebab Parto Sukiran, warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini, dalam melakukan penjarahan hutan selalu membawa ratusan orang, sehingga aparat kemanan hutan, atau Polhut tak pernah mampu mencegah, ketika mereka menebang hutan.

Baca juga: Kejati Jatim tunggu kesepakatan damai dalam kasus pengrusakan hutan dan Polisi gerebek lokasi penyimpanan kayu jarahan Parto Sukiran Cs

Kini sang biang kerok kerusakan hutan di beberapa wilayah pemangku hutan di Tuban itu telah tergeletak di Rumah Sakit R.Koesma Tuban, akibat tertembak aparat, saat dia dan komplotannya kembali nyatroni hutan di Parengan.

Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, siapa yang berhak mendapat hadiah tersebut setelah gembong blandong (Sebutan untuk penjarah hutan di Tuban) tersebut, kini telah bisa dilumpuhkan.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Amas Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (7/10/2013), menegaskan sayembara yang pernah diumumkanya akan ditepati. “Sayembara itu sejak 2012. Karena kita tidak ingin negara dikalahkan dengan
preman,” tegasnya.

Soal siapa yang berhak mendapat hadiah, Anas masih akan berkoordinasi dengan Polres Tuban.  teknis pemberian dan akan “Saya belum koordinasi dengan pak Kapolres,” imbuhnya.

Di kawasan hutan KPH Jatirogo, komplotan Parto Sukiran sejak Januari 2011 sampai September 2013 sudah menjarah 16 ribu pohon jati, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 16 milyar lebih.

Parto Sukiran, terkenal ganas dan tak segan-segan melawan petugas saat melakukan aksinya menebang pohon jati di hutan Tuban. Bahkan dalam aksinya beberapa hari lalu sempat menyandera 4 petugas perhutani sebelum menebang 16 pohon jati berumur 60 tahun.

Komplotan ini bersama 300 orang anggotanya, Minggu (7/10/2013) kembali menjarah hutan petak 8 A, Perhutani RPH Guwoterus, BKPH Mulyoagung, KPH Parengan. Saat dihalau petugas, mereka melawan. Akhirnya 7 orang ditembak petugas, 3 diantaranya berhasil diamankan.

Ketiganya termasuk Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), mereka warga Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Sedangkan Ks, Dr, Yd, Rn yang juga tertembak berhasil kabur. seorang lagi berinisial  YD dikabarkan tewas.@muhaimin

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty