x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Mas kawin seperangkat alat sholat dan Al Quran

GKR Hayu deg-degan jelang Royal Wedding Yogyakarta

Sabtu, 12 Oktober 2013 16:13 WIB (10 months yang lalu)Editor:
GKR Hayu deg-degan jelang Royal Wedding Yogyakarta - Mas kawin seperangkat alat sholat dan Al Quran - GKR Hayu dan KPH Notonegoro

(Foto: Teguh-LICOM)GKR Hayu dan KPH Notonegoro

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kraton Yogyakarta mulai sibuk menjelang Pawiwahan Ageng GKR Hayu dan KPH Notonegoro pada 21-23 Oktober nanti. Tak hanya itu, kedua mempelai juga mengaku telah mempersiapkan diri jelang pernikahan Royal Wedding ini.

Dihadapan wartawan, kedua calon mempelai temanten itu tampak ceria ketika menyampaikan persiapan jelang pernikahan. GKR Hayu mengaku deg-degan campur stres. Tapi KPH Notonegoro sebaliknya, cepat ingin melaksanakan perkawinan.

Baca juga: Korban dugaan pencabulan Raja Surakarta lakukan visum dan Sembilan tokoh seni budaya Yogyakarta mendapat penghargaan Pemkot

“Rasanya deg-degan menanti hari H tiba. Disatu sisi rasanya senang sekali meskipun banyak sekali yang harus dipersiapkan,” kata GKR Hayu didampingi KPH Notonegoro di Kraton Kilen, Jumat (11/10) sore.

Putri keempat Raja Kraton Yogyakarta ini mengaku sudah mulai melakukan perawatan tubuh demi tampil cantik di pesta pernikahanya nanti. Selain minum jamu Kunir Asem supaya tidak berjerawat, GKR Hayu juga akan berpuasa selama tiga hari menjelang prosesi pernikahanya nanti.

“Prosesinya sama dengan pernikahan kakak dan adik saya sebelumnya.  Mulai dari baju pengantinnya dan kebaya yang digunakan untuk siraman, tantingan hingga akan pamitan sudah pakem Kraton. Yang berubah hanya prosesi ‘Nyantri’  yang semula 4 hari dipadatkan menjadi satu hari. Itu dilakukan pada 21 Oktober,” tuturnya GKR Hayu.

Lain halnya dengan KPH Notonegoro yang mengaku tidak gugup menjelang pesta pernikahanya ini juga tidak lupa menjaga stamina dan banyak makan supaya berenegi. Bahkan dirinya juga minum jamu supaya staminanya terjaga dengan segala kepadatan dan kesibukannya jelang Pawiwahan Agung.

“Saya  sangat ‘excited’ menjalani semua prosesi pernikahan dengan tradisi Kraton Yogyakarta ini, “ kata KPH Notonegoro yang bernama asli Angger Pribadi Wibowo.

Terkait mas kawin, dirinya mengaku sama dengan mas kawin biasanya yaitu seperangkat alat sholat dan Al Quran yang semua khusus dibuat dan didatangkan dari Kudus.

“Cincin kawin itu bukan bagian dari mas kawin. Setelah menikah, saya akan memboyong GKR Hayu ke luar negeri,” ujar pria yang bekerja di Bureau of Management UNDP, New York ini.@Teguh**

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty