x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pengurus parpol terlibat

Dugaan korupsi RSUD Nganjuk, Polisi bidik Banggar DPRD

Sabtu, 19 Oktober 2013 05:18 WIB (10 months yang lalu)Editor:
Dugaan korupsi RSUD Nganjuk, Polisi bidik Banggar DPRD - Pengurus parpol terlibat - Direktur RSUD Nganjuk, dr. Eko Sidharta

(Foto: Istimewa)Direktur RSUD Nganjuk, dr. Eko Sidharta

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tim penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Kepolisian Resort (Polres) Nganjuk terus memburu siapa saja yang tersangkut aliran uang hasil dugaan korupsi RSUD Nganjuk Rp 1,06 miliar.

Hanya seja, polisi tidak langsung bertindak, meskipun sudah ada pengakuan dari Direktur RSUD Nganjuk, dr. Eko Sidharta dan Kasubag Perbendaharaan, Lilis Suryani dalam penyidikan.

Baca juga: Jumlah kerugian negara akibat korupsi RSUD Nganjuk bisa berlipat dan BPKP Surabaya, mengaudit kasus korupsi RSUD Nganjuk

Sumber di lingkungan Polres Nganjuk mengatakan, polisi baru akan melakukan langkah lanjutan setelah mempertimbangkan dan mendapat petunjuk-petunjuk yang akurat.

Rencananya, tiga orang yang diduga dekat dengan dr. Eko akan dipanggil sebagai saksi .

Ketiga saksi yang akan dipanggil, yakni dua anggota Banggar DPRD dan salah satu  pengurus partai politik (Parpol) besar di Nganjuk.

Menurut pengakuan Lilis kepada penyidik kepolisian, pihak yang paling besar menerima aliran dana dari proyek farmasi adalah banggar .

“Mereka melakukan transaksi hingga sembilan kali dengan total hampir Rp 300 juta dan transaksi terbanyak Rp 175 juta sekali kirim,” tutur sumber di lingkungan Polres Nganjuk, Jumat (18/10/2013).

Sedangkan dana yang mengalir ke salah satu parpol, uang senilai Rp 11,5 juta dialirkan kepada salah satu pengurus harian parpol.

Untuk itu, polisi mendahulukan tiga orang saksi tersebut, dipanggil di Mapolres untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan mereka.

Masih menurut informasi, ketiga orang tersebut diduga memiliki hubungan akrab dengan sang direktur sejak pertama menjabat. Bahkan, mereka sering mendatangi dan berkomunikasi dengan dr Eko dalam berbagai kepentingan, di rumah sakit.

Sebelum kasus dugaan korupsi barang-barang farmasi ini mencuat dan ditangani polisi, oknum anggota Banggar tersebut, diduga sudah lama menjalin kerjasama dengan dr Eko, misalnya, rekrutmen pegawai dan bidan. Untuk dapat diterima, mereka harus membayar jutaan rupiah.

“Hanya saja, dr Eko langsung memecat lagi para pegawai yang sudah direkrutnya tersebut,” ujar sumber yang enggan disebut nama.

Selain anggota dewan, dr Eko juga akrab dengan salah satu pengurus parpol. Dalam kegiatan kepartaian, dr. Eko memberikan sumbangan melalui tangan pengurus harian parpol yang satu ini. Terutama, menjelang pemilukada Nganjuk 2012 lalu. Untuk itu, penyidik memanggil ketiga orang tersebut sebagai saksi, karena dianggap bukti dan petunjuk-petunjuknya paling mencolok .

“Sedangkan penerima aliran dana yang lain masih terus ditelusuri kebenarannya,” tandasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Deddy Iskandar, membenarkan bahwa pihaknya sudah manandatangani dan mengirim surat panggilan kepada tiga orang yang akan dijadikan saksi dalam kasusu ini. Dasarnya berasal dari tindak lanjut atas pemeriksaan Dokter Eko dan Lilis beberapa waktu lalu.

Hanya saja, Deddy enggan membeberkan siapa nama-nama yang dipanggil tersebut.Namun,Dia membenarkan kalau pihaknya mulai membeberkan rencana penyidik menelusuri aliran dana farmasi RSUD Nganjuk tersebut.

“Ada tiga orang yang akan dipanggil,” tutur AKP Deddy,Kasatreskrim yang baru-baru ini dilantik menggantikan AKP Anton Prasetyo.

Namun, beliau belum mau menjelaskan apakah pemeriksaan tersebut terkait dugaan ketiganya ikut menerima aliran dana korupsi RSUD Nganjuk senilai sekitar Rp 1,06 miliar. “Kita tunggu dulu sampai selesai pemeriksaan,” pungkasnya.@sahinlensa

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty