x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dugaan pungli biaya pencatatan nikah

KUA Kota Kediri digeledah Kejaksaan

Kamis, 24 Oktober 2013 15:12 WIB (10 months yang lalu)Editor:
KUA Kota Kediri digeledah Kejaksaan - Dugaan pungli biaya pencatatan nikah - DIGELEDAH: Tim Pidsus Kejari memeriksa seluruh berkas di kantor KUA Kota Kediri

(Foto: Sisanto-LICOM)DIGELEDAH: Tim Pidsus Kejari memeriksa seluruh berkas di kantor KUA Kota Kediri

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tim Satuan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Kediri menggeledah Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Kediri.

Penggeledahan tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) meninggkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) biaya pencatatan nikah.

Baca juga: Sejumlah kasus korupsi terbongkar di ujung jabatan walikota kediri dan Hindari gratifikasi, Kemenag Jatim wajibkan ijab kabul di KUA

Sesuai pantauan dilokasi Kantor KUA Kecamatan Kota Kediri saat petugas kejaksaan Kota Kediri melakukan pengeledahan sekitar pukul 14.00 WIB.

Dengan mengendarai 2 mobil petugas berbaju coklat tersebut langsung mendatangi kantor KUA Kota di Jalan Urip Sumaharjo Kelurahan Manis Renggo Kota Kediri. Begitu datang petugas langsung melakukan penggeledahan hingga selesai sekitar pukul 16.30 Wib.

“Kedatangan kami untuk melakukan penggeledahan dan sekaligus penyitaan barang bukti,” ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Kediri Sundaya, Rabu (23/10/2013).

Sundaya menjelaskan kalau KUA Kota diduga melakukan pungutan liar untuk biaya pencatatan nikah. Yang semula untuk biaya pencatatan nikah hanya sekitar Rp 30 ribu, akan tetapi kenyataannnya biayanya sampai ratusan ribu rupiah.

“Menurut peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2004, untuk biaya pencatatan nikah hannya Rp 30 ribu, akan tetapi fakta dilapangan, biayanya kalau diluar KUA sampai Rp 225 ribu. Sedang di dalam KUA ditarik sampai Rp 175 ribu,” ungkapnya.

Dalam penggeledahan itu, tim memeriksa satu persatu dokumen-dokumen yang dianggap penting untuk dijadikan bukti. Bahkan, buku ekspedisi, buku nikah hingga bukti setoran pencatatan nikah dari KUA ke bendahara Kemenag Kota Kediri pun tak lepas dari penggeledahan.

Selain menggeledah, Tim Pidsus juga memeriksa bebebberapa pegawai dan Kepala. Mereka di mintai keterangan terkait adanya pungutan juga adanya dana saving dari hasil pungutan dari biaya nikah di luar 30 ribu tersebut.

Sundaya menyampaikan upaya paksa penggeledahan dilakukan untuk menemukan tambahan alat bukti yang diperlukan serta dan mengantisipasi penghilangan alat bukti.

“Kita sudah menetapkan satu tersangka yaitu Kepala KUA Romli. Yang bersangkutan kami anggap sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun tersangka belum kita lakukan penahanan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kamtor KUA Kota yang juga di tetapkan sebagai tersangka Romli mengatakan tidak tahu pungutan tersebut.

Karena yang datang ke KUA adalah modin sehingga dirinya tidak tahu adanya penarikan dana tersebut.

“Yang dating ke kantor kan modin jadi saya juga KUA tidak tahu di tempat mempelai tersebut ada pungutan berapapun,” ujarnya.

Seperti di ketahui sebelumnya dugaan pungutan biaya nikah di luar aturan dalam status penyelidikan Pidsus Kejaksaan Kota Kediri.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah PP No.47 Tahun 2004 besarnya biaya pencatatan nikah sebesar 30 ribu rupiah. Namun di duga KUA melakukan pungutan di luar itu sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu.

Dari hasil gelar perkara dan pemeriksaan para saksi, Diduga oknum pegawai di Kemenag juga menerima pembagian dari hasil pengutan tersebut. Karena aliran dana saving disetor kepada Kemenag kepada melalui Kakankemenag, Kasubag TU dan Kasi Urais (Binmas).@sisanto

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty