x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Pramono Anung akan bawa ke pertemuan parlemen dunia di Brussel

AS-Australia sadap Indonesia, DPR siap bawa ke panggung internasional

Jumat, 01 Nopember 2013 15:19 WIB (9 months yang lalu)Editor:
AS-Australia sadap Indonesia, DPR siap bawa ke panggung internasional - Pramono Anung akan bawa ke pertemuan parlemen dunia di Brussel - Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung menyatakan siap membawa isu penyadapan AS-Australia pada Indonesia ke kancah internasional.

(Foto: ISTIMEWA)Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung menyatakan siap membawa isu penyadapan AS-Australia pada Indonesia ke kancah internasional.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Isu penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Australia pada Indonesia membuat kalangan DPR RI bersikap. DPR menyatakan siap membawa isu tersebut ke panggung internasional.

“Saya yakin karena sekarang ini dunia sudah mulai terbuka, apalagi kita sudah bagian dari G-21 maka jika isu penyadapan kalau betul maka sudah waktunya tingkat pengambil keputusan pada level yang mempunyai otoritas ini. Harus segera menghentikan penyadapan bagi negara lain,” kata Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung kepada LICOM di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (01/11/2013).

Baca juga: Megawati minta kader&relawan tak berlebihan kalau Jokowi-JK menang dan Warga Amerika Serikat siap perang dingin dengan Rusia

“Saya akan memimpin pertemuan parlemen di Brussel minggu depan dan ini menjadi bahan kita untuk dilakukan pembahasan jika isu itu benar,” sambungnya.

Pramono Anung meminta para pihak yang mengetahui kebenaran informasi penyadapan itu untuk segera menginformasikan kepada DPR.

“Kalau itu dilakukan maka DPR akan memberikan dukungan pada pemerintah dan juga mempersoalkan ini dalam forum internasional,” kata Pramono.

Menurut politisi PDIP ini, proses penyadapan yang seperti ini tidak sesuai dengan etika pergaulan dunia internasional pada saat ini. “Tidak ada negara satupun yang melakukan penyadapan pada pimpinan negara lain,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kedutaan Besar AS di Jakarta diduga menjadi salah satu dari 90 pos yang memiliki fasilitas penyadapan negara tersebut. Hal itu didasarkan kesaksian Edward Snowden yang kemudian dikutip Sydney Herald Tribune dan beberapa media lain.

Di wilayah Asia, fasilitas penyadapan itu antara lain terdapat di Kedubes AS di Jakarta, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Yangoon.@endang

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty