x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terduga malpraktik yang bebas namun dijebloskan ke penjara

Gerakan pita hitam untuk dr. Dewa Ayu Sasiary

Minggu, 24 Nopember 2013 11:26 WIB (9 months yang lalu)Editor:
Gerakan pita hitam untuk dr. Dewa Ayu Sasiary - Terduga malpraktik yang bebas namun dijebloskan ke penjara - Para dokter di Ngawi dan Madiun menyematkan pita hitam di lengan kanan sebagai bentuk solidaritas bagi dr. Ayu, terduga malpraktik yang bebas namun dipenjara oleh MA.

(Foto: WELAS ARSO)Para dokter di Ngawi dan Madiun menyematkan pita hitam di lengan kanan sebagai bentuk solidaritas bagi dr. Ayu, terduga malpraktik yang bebas namun dipenjara oleh MA.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAIDONESIA.COM: Kalangan medis di seluruh Indonesia menggelar gerakan pita hitam atas kriminalisasi profesi dokter. Gerakan pita hitam ini dilakukan menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) pada dr. Dewa Ayu Sasiary SpOG atas dugaan malpraktik di Manado.

Padahal, putusan tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi di Manado sudah secara tegas membebaskan dr. Dewa Ayu Sasiary dari segala tuntutan.

Baca juga: Mantri salah `eksekusi`, kemaluan bocah amblas saat dikhitan

Gerakan pita hitam bagi dr. Dewa Ayu Sasiary ini juga dilakukan para dokter di Ngawi dan Madiun. Seperti yang dilakukan oleh IDI Madiun dengan memakai pita hitam di lengan kanan. Demikian juga para dokter muda di wilayah Kabupaten Ngawi.

dr. Septina Kurnia Dewi, seorang dokter muda di wilayah kerja Puskesmas Gemarang Kedunggalar Ngawi kepada LICOM menjelaskan, aksi solidaritas ini untuk mendukung dr. Dewa Ayu bebas dari hukuman. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan hanya permainan hukum saja.

“Saya tidak melihat adanya kesalahan dari paramedik secara keseluruhan dan bisa saja kejadian itu karena kurang sadarnya pihak pasien itu sendiri,” tegas dr. Septina, Minggu (24/11/2013).

Septina menambahkan, tidak hanya dr. Dewa Ayu saja yang disumpah sebelum terjun ke lapangan menangani pasien. Semua lulusan dokter wajib sumpah jabatan sebelum bekerja mengawali profesinya.

“Rekan sejawat itu ibarat saudara beda orang tua saja, namun kedekatan kami sesama profesi jauh melebihi dengan kata saudara bila ada yang merasa kesulitan serta kesusahan, pasti kami membantu sekuat tenaga,” tambahnya.

Kasus dr. Dewa Ayu ini memantik aksi simpati para dokter dengan cara mengenakan pita hitam. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi pun merapatkan barisan usai mendapat arahan dari Dinkes Provinsi.

Pada intinya, paramedik sepakat bahwa apa yang dilakukan oleh dr. Dewa Ayu sudah sesuai dengan Protap pelaksanaan penanganan pasien. Jika hasil akhir penanganan medis tersebut tidak sesuai dengan keinginan, hal itu beda alasannya dan tidak dapat dinilai secara individu.

“Seorang paramedik dimana saja bila menangani tindakan di luar kemampuan dan hanya mengedepankan keilmuannya pasti mengantongi pernyatan dari pihak keluarga tim medis baru berani melakukan tindakan tersebut,” tegas dokter dengan panggilan akrab dr Nia ini.

Untuk diketahui, berawal dari peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya seorang pasien bernama Julia Fransiska Makatey (26) ini berujung pada penangkapan dokter spesialis kebidanan, dr. Dewa Ayu Sasiary Prawan (38).

April 2010, pasien yang sedang hamil anak keduanya ini masuk ke RS Dr Kandau Manado atas rujukan puskesmas. Pada waktu masuk RS, ia didiagnosis akan melahirkan dan sudah dalam tahap persalinan kala satu. Saat itu, tim dokter merencanakan proses persalinan akan dilakukan secara normal.

Setelah delapan jam masuk tahap persalinan, tidak ada kemajuan dan timbul tanda-tanda gawat janin, sehingga diputuskan untuk dilakukan operasi caesar darurat.

Pada waktu sayatan pertama dimulai, keluar darah yang berwarna kehitaman. Menurut dr Nurdadi, itu merupakan tanda bahwa pasien dalam keadaan kurang oksigen. Bayi pun berhasil dikeluarkan, namun pasca operasi kondisi pasien memburuk. Sekitar 20 menit kemudian, pasien dinyatakan meninggal dunia.

Atas kasus ini, tim dokter yang terdiri atas dr Ayu, dr Hendi Siagian dan dr Hendry Simanjuntak, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) hukuman 10 bulan penjara. Pengadilan Negeri (PN) Manado menyatakan ketiga terdakwa tidak bersalah dan bebas murni.

Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum pun melakukan Banding atas putusan bebas dari PN. Manado ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara pada 8 November 2010 lalu pun menyatakan bebas atas dakwaan yang di dakwakan kepada dr Ayu.

Namun tertanggal 18 September 2012dr Ayu dijebloskan ke tahanan berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap oleh Mahkamah Agung (MA), Nomor 365.K/Pid/2012 sehingga membatalkan putusan-putusan sebelumnya baik di PN. Manado maupun di PT. Sulawesi Utara.

Padahal, apa yang dilakukan dr. Ayu sudah sesuai dengan standar prosedur kedokteran. Yakni, sudah memiliki surat tanda registrasi dokter (Pasal 29 UU no 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran), memiliki izin praktek (Pasal 36 UU praktik kedokteran), mendapat persetujuan pihak keluarga untuk melakukukan upaya sesar (Pasal 45 UU Praktik Kedokteran), membuat rekam medis (Pasal 46 UU Praktek Kedokteran).

Jika semua prosedur tersebut sudah dilakukan dr.Ayu kepada pasien dalam penanganannya, maka tidak layak dr. Ayu sehingga dapat dikenakan Pasal 359 KUHP yakni karena kelalian menyebabkan orang meninggal dunia, juga Pasal 360, dan 361 KUHP. Karena apa yang dilakukan oleh dokter ayu semuanya sudah sesuai dengan prosedur tindakan medis.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty