x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Disebut koruptor Jatim sekelas perampok nomor wahid

Panik! Gubernur Jatim panggil Inspektorat untuk klarifikasi

Sabtu, 14 Desember 2013 01:08 WIB (4 months yang lalu)Editor:
Panik! Gubernur Jatim panggil Inspektorat untuk klarifikasi - Disebut koruptor Jatim sekelas perampok nomor wahid - Kepala Inspektorat Jatim, Bambang Sadono.

(Foto: Sarifah Aini)Kepala Inspektorat Jatim, Bambang Sadono.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Soekarwo diam-diam memanggil Inspektorat Jatim untuk klarifikasi, terkait tuduhan KPK, yang menyebut adanya koruptor kelas wahid di provinsi ini.

Bambang Sadono, Inspektur Provinsi Jatim mengaku, telah dipanggil oleh Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) pada, Jumat (13/12/2013).

Baca juga: Jatim juara gizi buruk, Nina Soekarwo malah terima Award Gizi dan Inilah isi percakapan BBM Akil Mochtar 'atur' suap Pilgub Jatim

“Saya tadi ketemu dengan Pak Gubernur di Grahadi. Beliau tanya apakah benar ada di Jatim seperti yang dituduhkan Ketua KPK. Beliau juga tanya kebenaran SKPD di lingkungan Pemprov yang korupsi kakap seperti itu,” katanya saat dikonfirmasi LICOM, Jumat (13/12/2013).

Selain Bambang Sadono juga mengaku, Soekarwo meminta padanya agar lebih ketat membina dan mengawasi SKPD di lingkungan Pemprov, agar tidak ada penemuan BPK atau KPK dalam hal kebocoran keuangan daerah.

“Kami diminta lebih hati-hati dan lebih cermat, kalau ada temuan BPK dan KPK agar segera diselesaikan,” ujar dia.

Menindaklanjuti pernyataan KPK tersebut, Bambang Sadono langsung menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh ke seluruh SKPD Pemprov Jatim.

“Terus terang kami juga bingung apa benar ada tuduhan itu. Jawa Timur ini kan luas ada 38 kabupaten/kota. Pelakunya yang dibilang koruptor kelas wahid itu apa dari latar belakang birokrat, mantan birokrat, legislatif, yudikatif, pengusaha atau aparat penegak hukum. Itu semua kan belum jelas. Tapi Tupoksi kami kan melakukan pembinaan dan pengawasan pada SKPD Pemprov,” tegasnya.

Bambang menambahkan, Gubernur juga minta Inspektorat Jatim mempelajari statement Ketua KPK lebih lanjut. “Temuan yang mengarah pada tindak pidana korupsi belum ada hingga sekarang. Kalaupun ada itu hanya bersifat administratif saja,” elak dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPK, Abraham Samad mengaku kewalahan memberantas korupsi di Provinsi Jawa Timur, karena para koruptornya sudah masuk kategori perampok wahid.

“Di Jawa Timur itu perampok kelas wahid, itu kategorinya tidak bisa dimaafkan,” ungkapnya saat diskusi Pekan Politik Kebangsaan Menyongsong Indonesia Memilih 2014 di Jakarta, Kamis (12/12/2013) kemarin.

Hal itu dikatakannya, mengingat koruptor di daerah tersebut sangat pintar untuk menghilangkan jejak-jejak korupsi sehingga sulit untuk ditelusuri oleh penegak hukum.

“Karena koruptor di sana (Jatim) luar biasa pengalamannya, karena saat dia merampok tidak meninggalkan jejak yang bisa
ditelisik oleh penegak hukum,” pungkas Ketua KPK.@sarifa




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty