x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Hanya terjadi di wilayah Timur Jakarta

Banjir Jakarta 2014 lebih parah dari 2013

Rabu, 15 Januari 2014 15:38 WIB (6 months yang lalu)Editor:
Banjir Jakarta 2014 lebih parah dari 2013 - Hanya terjadi di wilayah Timur Jakarta - Banjir di Pondok Gede, bagian dari wilayah Timur Jakarta

(Foto: Faizal/LICOM)Banjir di Pondok Gede, bagian dari wilayah Timur Jakarta

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) membenarkan bahwa banjir yang terjadi ditahun 2014 yang melanda DKI Jakarta memang lebih parah dibanding tahun 2013.

Namun Ahok menjelaskan, bahwa banjir yang dianggap lebih parah dari tahun sebelumnya itu hanya terjadi di wilayah Timur Jakarta, lantaran adanya peristiwa jebolnya tanggul Kalilaya di Depok, Jawa Barat pada Minggu malam (12/01/14).

Baca juga: Walikota Surabaya janji atasi banjir Gunung Anyar dan Akibat hujan terus-menerus, Utan Kayu banjir

“Untuk wilayah timur itu bener. Karena jebolnya kali yang di Depok itu. Timur bener banjir naik. Kan itu Depok yang tutup, mereka juga punya kepentingan. Bekasi situ semua lebih gede. Nah makanya kenapa Timur itu lebih parah, Bekasi semua kena juga kan, parah banget. Tapi secara keseluruhan Jakarta ini lebih kecil” ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Timur, Rabu (15/01/14).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, dengan tegas untuk penanganan banjir, pihaknya segera membenahi sisi-sisi sungai terutama yang ditempati warga.

“Usir semua orang yang duduki pinggiran sungai untuk normalisasi. Karena tahun ini harus beres. Normalisasi Pesanggrahan, Angke, dan Sunter harus beres,” tegas Ahok.

Namun, untuk pembenahan di pinggiran kali Ciliwung sendiri, pihaknya akan terlebih dahulu menyelesaikan yang diwilayah Pasar Minggu dan Pasar
Rumput.

“Ciliwung lebih panjang karena ada 55 ribu lebih KK. Kita mesti tunggu Pasar Minggu dan Pasar Rumput selesai,” jelasnya. @silma

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty