x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Presiden berhasil digulingkan parlemen

Perang Rusia dan Amerika Serikat di tanah Ukraina

Selasa, 25 Februari 2014 10:14 WIB (5 months yang lalu)Editor:
Perang Rusia dan Amerika Serikat di tanah Ukraina - Presiden berhasil digulingkan parlemen - Kekacauan politik di Ukraina hingga terjadi penggulingan Presiden oleh parlemen merupakan bukti dari perang kekuasaan antara Rusia dan Amerika Serikat.

(Foto: ISTIMEWA)Kekacauan politik di Ukraina hingga terjadi penggulingan Presiden oleh parlemen merupakan bukti dari perang kekuasaan antara Rusia dan Amerika Serikat.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kekacauan politik di Ukraina hingga terjadi penggulingan Presiden oleh parlemen merupakan bukti dari perang kekuasaan antara Rusia dan Amerika Serikat.

Saat parlemen Ukraina menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych dan disusul pembebasan mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko, Rusia dan Amerika Serikat langsung merespon. Bahkan, respon Rusia dan Amerika Serikat terkesan saling serang.

Baca juga: Di Rusia, hitung sementara Jokowi-JK unggul 65%, Prabowo-Hatta 35% dan Meski puasa, warga Indonesia di Rusia berbodong-bondong pilih Capres

Gedung Putih menyampaikan sambutan baiknya atas pembebasan mantan perdana menteri Ukraina, Yulia Tymoshenko dari penjara dan mengatakan rakyat Ukraina harus menentukan masa depan mereka sendiri.

“Kami berharap beliau mendapatkan perawatan medis terbaik yang dibutuhkannya sejak lama,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

“Kami menyambut baik keputusan parlemen itu dan menyerukan pembentukan pemerintahan nasional yang terdiri atas para teknokrat,” lanjut Gedung Putih.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev meragukan legitimasi pemerintah baru Ukraina. Medvedev mengatakan, mereka yang saat ini berkuasa melakukan pemberontakan bersenjata.

PM Rusia mengatakan hal itu setelah menteri dalam negeri Ukraina mengatakan telah mengeluarkan surat penahanan untuk Presiden Viktor Yanukovych yang digulingkan.

Rusia yang marah karena kehilangan sekutu politiknya itu telah memanggil pulang duta besarnya di Ukraina untuk konsultasi.

“Legitimasi semua perangkat kekuasaan di sana sangat diragukan. Sebagian mitra asing Barat berpikir sebaliknya. Ini adalah penyimpangan persepsi terkait legitimasi yang sebenarnya berasal dari pengkhianatan bersenjata,” tambahnya.

Dalam perang perebutan kekuasaan di tanah Ukraina antara Rusia dan Amerika Serikat ini tentu bisa ditebak siapa pemenangnya.

Presiden sementara pilihan parlemen Ukraina saat ini adalah Oleksandr Turchynov. Dia merupakan tangan kanan dari mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko, pemimpin yang direstui oleh Amerika Serikat.

Seperti diketahui, krisis di Ukraina berawal pada November 2013. Semua bermula dari keputusan Yanukovych yang membatalkan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa dan memilih menerima dana talangan 15 miliar dollar AS dari Rusia. Spontan, aksi massa menggelombang di Ukraina dengan basis utama di Alun-alun Maidan atau Independence Square.@licom/bbc

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty