Tahu Kediri masih jadi primadona oleh-oleh pemudik

LENSAINDONESIA.COM: Toko oleh-oleh jajanan khas Kota Kediri yaitu Tahu pong, mulai dibanjiri pemudik arus balik dari beberapa kota. Omzet pendapatan para pedagang makanan khas kota ini pun meningkat hingga tiga kali lipat.

Para pemudik yang mampir ke toko makananan khas kota kediri kebanyakan mereka dari Surabaya, Malang, Yogya, Solo bahkan Jakarta. Seperti yang diungkapkan Yuli salah satu pengunjung yang mengaku warga yogya mengatakan, bahwa dirinya barusan berlebaran di Tulungagung.

“Karena melewati Kota Kediri akhirnya kita mampir untuk membeli oleh ole yaitu tahu pong,” ungkap Yuli ibu dua anak tersebut, Selasa (21/7/2015).

Hal senada juga diungkapakan beberapa pengunjung toko makanan khas kediri, kebanyakan mereka ingin membawakan oleh-oleh untuk sanak keluarganya yaitu Tahu pong dan juga getuk pisang, yang jadi ciri khas kota ini.

Toko olej-oleh di Jalan Yos Sudarso menjadi jalan yang dilewati oleh para pemudik yang baru pulang kampung dari beberapa kota, di antaranya dari Tulungagung, Trenggalek, Blitar yang akan menuju ke kota lain.

Sementara itu, menurut pemilik toko omzet mereka rata-rata naik hingga 3kali lipat dari hari biasa. “Dari pagi ramai mas omzet yang jelas ada kenaikan hingga 3kali lipat dari hari biasa,” ungkap Olivia, salah satu pemilik toko jajanan yang berderet di jl. Yos Sudarso

Untuk diketahui harga Satu pack ( besek red) tahu pong dihargai Rp. 30 ribu isi 10 potong tahu pong dan untuk getuk pisang per gulungnya Rp. 5000, 1 biji . dan rata rata pengunjung membeli Tahu pong 10 pack dan getuk pisang 10 gulung . Arus lalu lintas sempat macet oleh karena banyak pengunjung yang berhenti di pusat perbelanjaan oleh oleh @andik kartika