Mabes Polri selidiki kabar gembong Narkoba jadi simpatisan ISIS

LENSAINDONESIA.COM: Gembong Narkoba Freddy Budiman dikabarkan menjadi salah satu simpatisan ISIS di Indonesia sehingga memancing Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut dugaan bergabungnya Freddy Budiman menjadi simpatisan ISIS tengah diusut BB dan Bareskrim Mabes Polri. “Sedang diusut BNN dan Bareskrim,” ujarnya dalam Silatnas Pesantren Alumni Gontor, Tangerang, Banten, Sabtu (23/1/2016).

Jenderal Badrodin Haiti menambahkan, selama di penjara Freddy Budiman memang telah memeluk agama Islam dan rajin mengaji. “Memang dia masuk Islam tapi saya belum dapat laporan kalo menjadi simpatisan ISIS,” tambahnya.

Seperti dibertikan sebelumnya, Sejak diringkus polisi dan dijebloskan ke dalam penjara, sikap gembong Narkoba Freddy Budiman mulai banyak berubah. Terpidana mati ini lebih rajin mengaji setelah dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur.

Ternyata selama berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Freddy Budiman belajar mengaji dari terpidana kasus terorisme, Abrori bin Al Ayubi. Hal itu terus berlanjut hingga dia pindah ke lapas lain.

“Waktu ditahan di Lapas Nusakambangan, Freddy Budiman belajar ngaji dari seorang napi teroris,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution, Sabtu (23/1/2016).

Namun, keduanya sudah tidak bertemu lagi sejak gembong Narkoba itu dipindahkan dari Lapas Nusakambangan menuju Lapas Gunung Sindur.

BNPT menyebut tidak ada perubahan pemikiran Freddy Budiman menjadi lebih radikal, termasuk kemungkinan bergabung menjadi simpatisan ISIS. “Belum tentu dia menjadi radikal. Dia hanya belajar,” pungkas Saud Usman Nasution. @*/andiono