Seminar Internasional 4 Hari, Universitas Narotama Surabaya hadirkan pakar hukum asal Jepang

Jiwa nasionalisme kunci kebangkitan bangsa

Profesor Hukum dari Nagoya University Japan, Yuzuru Shimada menerima cinderamata dari Universitas Narotama Surabaya. Foto: Nada-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Universitas Narotama Surabaya menggelar Seminar Internasional 4 hari mulai 16-19 Mei 2016.

Seminar yang dilaksanakan di Conference Hall dan Ruang Rapat Gedung C Universitas Narotama Surabaya ini dihadiri Profesor Hukum Tata Negara dari Nagoya University, Yuzuru Shimada.

Dalam kesempatan itu, Yuzuru Shimada menjadi pembicara selama empat hari berturut-turut dengan tema yang berbeda. Ia membahas tentang sejarah Jepang dalam Perang Dunia II yang dikemas dalam seminar hari pertama, Senin (16/05/2016) dengan tema ” Historical of Japan Since World War II After Hiroshima and Nagasaki which it Influence National Domestic Rules In Japan.

Pada sesi itu, juga dikupas mengenai sejarah konstitusi jepang mulai dari 1867 saat Restorasi Meiji (Pembangunan pemerintahan terpusat dibawaha kekaisaran)hingga 1951 Perjanjian Perdamaian San Francisco (Kemerdekaan Jepang dari okupasi)dan membahas tentang Konstitutionalisme gadungan di dalam UUD Meiji.

Seminar hari pertama tersebut juga dihadiri Dosen Fakultas Hukum Universitas Narotama Tahegga Primananda Al-Fath SH.,MH yang juga bertindak sebagai pembicara.

Kemudian di hari kedua, Selasa (17/05/2016), seminar digelar dengan tema “Law and Society, Considering Domestic Law for General Justice and Preparation for ASEAN Law dengan inti pembahasan Hukum dan Masyarakat.

Lalu dihari ketiga, Rabu (18/05/2016) seminar menghadirkan tema “Option for The Intelectual Property Protection of Tradisional Knowledge and Tradisional Expression dengan pokok pembahasan perlindungan kekayaan intelektual, pengetahuan tradisional dan ekspresi tradisional.

Dan terakhir Kamis, 19 Mei 2016 seminar Internasional digelar dengan tema “Economic and Development Case Study Tax Amnesty In Indonesia and Japan dengan pokok pembahasan masalah pajak di Indonesia dan Jepang.

Ketua Panitia Seminar Internasional Universitas Narotama, Rinda Amalia SH.,MH mengatakan, pihaknya menghadirkan Profesor Yuzuru Shimada untuk berbicara tetang perananan hukum dalam membangun sebuah bangsa sebab Indonesia memiliki historis sejarah dengan Indonesia.

Kata dia, Rinda mengatakan dengan sistem hukum yang baik, Jepang mampu bengkit dari kehancuran pasca peristiwa bom atom di Kota Nagasaki dan Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945.

Sejak peritiwa yang menewaskan ratusan ribu jiwa itu, kondisi sosial dan ekonomi Jepang luluh lantak. Jepang yang tengah terlibat perang dunia II pun kalah dan mengalami kebangkrutan.

“Setelah bom Hiroshima dan Nagasaki banyak masyarakat jepang menjadi korban. Kondisi sosial, keadaan ekonomi dan hukum Jepang waktu itu sama dengan Indonesia saat itu. Tapi pada kenyataannya Dewasa ini kita melihat jepang lebih maju dari Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Rinda, jiwa nasinalisme yang tertanam dari jiwa masyarakat merupakan menjadi kunci Jepang untuk bengkit dari kehancuran ketika itu.

“Tujuan utama kami adalah memotivasi agar tidak kalah dengan Jepang. Seminar ini juga untuk menanamkan rasa cinta tanah air dalam diri mahasiswa” ujar dosen yang juga mengampu mata kuliah Hukum Dagang Internasional ini.

Sementara itu, Prof. Yuzuru Shimada mengaku sangat bangga bisa berpartisipadi dalam Seminar Internasinal Universitas Narotama. Kata dia, ia menjadi pembicara karena ajakan dari temannya yang menjadi dosen Fakultas Hukum di Universitas Airlangga Surabaya,
Herlambang P. Wiratraman.

“Kebetulan teman saya dosen dari Universitas Airlangga yang bernama Herlambang. Dia yang mengajak saya kasih kuliah di Universitas Airlangga, tapi sekalian dia ajak saya ke Universitas Narotama biar bisa kasih kuliah umum. Kami lantas bersepakat memberi kuliah yang lebih panjang (empat hari) di kesempatan kali ini,” ujar profesor kelahiran Chiba 45 tahun silam itu.@nanda