Partai Golkar ingatkan pemerintah pertahanan ekonomi berkeadilan

Rakyat sejahtera dan terperhatikan

Plt Ketua Fraksi Golkar DPR RI Kahar Muzakir. Foto: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Partai Golkar akan terus mengingatkan pemerintah untuk mempertahankan ekonomi berkeadilan untuk rakyat.

Plt Ketua Fraksi Golkar DPR RI Kahar Muzakir mengatakan, tujuannya adalah agar rakyat sejahtera dan terperhatikan.

“Kita akan terus memberi masukan kepada pemerintahan Jokowi untuk memperhatikan soal kepentingan rakyat, karena partai kita berada dalam pemerintahan. Intinya untuk memantapkan konsolidasi Fiskal, Mengakselerasi Pertumbuhan Berkeadilan,” kata Kahar saat memberikan keterangan pers bersama Ketua Komisi XI DPR RI Malkias Mekeng, di ruang rapat Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Rabu (14/12/2016).

Guna membantu pemerintah, Partai Golkar mengadakan Seminar Outlook Ekonomi 2017 di Hotel Mulia pada Kamis (15/12/2016) besok.

Diskusi ini diadakan oleh Koordinator Bidang Perekonomian Dewan Pimpinan Pusat Golkar dengan mengundang beberapa sumber dari menteri, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato serta beberapa LSM terkait soal ketenagakerjaan.

Menurut Kahar, dalam kondisi perekonomian dunia yang sulit ini, maka pemerintah memerlukan masukan dari berbagai pihak untuk mengatasi ekonomi dalam negeri Indonesia.

“Kita berdoa semoga tahun 2017 target pemerintahan Presiden Jokowi bisa tercapai untuk memperbaiki ekonomi dalam negeri. Dengan mudahnya semua perizinan investasi di dalam negeri, juga berhasil dari masukan Tax Amnesty, sehingga hasil itu dirasakan oleh rakyat,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Komisi XI DPR RI Malkias Mekeng yang juga Ketua Bidang Perekonomian DPP Golkar melihat ada upaya optimis dari Presiden Jokowi dalam hal perbaikan ekonomi dalam negeri.

“Setiap Presiden tampil, selalu menadakan optimis bahwa pihaknya bisa memperbaiki situasi ekonomi Indonesia dengan target pertumbuhan ekonomi 5,1 persen. Sementara 2018 baru 6 persen,” ucapnya.

“Ini tantangan besar karena  untuk menaikkan satu persen pertumbuhan saja memerlukan investasi 800 sampai 1.000 triliun, setengah APBN,” tegasnya.

Tentunya, agar bisa terealisasi target itu, harus ada pembenahan besar-besaran dalam hal perizinan serta fasilitas pelayanan publik lainnya. Sehingga investor masuk ke Indonesia merasa nyaman dana aman.@dg