15 jabatan Lurah di Surabaya diperebutkan 250 pegawai andalan

Risma lakukan tes psikologi

Inilaih wajah salah satu kantor kelurahan di Surabaya butuh figur Lurah yang bisa mengimbangi pola kerja Wali Kota Risma yang 'gila'' kerja dan loyal terhadap kemajuan Kota Surabaya. @foto:paniramio

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 15 kursi jabatan Lurah masih kosong, karena Pemkot Surabaya berhati – hati dalam menentukan figur pejabat. Salah satunya, Walikota Risma memerintahkan melakukan seleksi tes psikologi yang saat ini dilakukan 250 pegawai negeri sipil (PNS) setingkat Sekretaris Kelurahan (Sekel) dan Kasi Pemerintahan.

Artinya, 15 jabatan Lurah di Suabaya diperebutkan 250 PNS ‘andalan’ atau yang kompeten  berpeluang menduduki karier pimpinan kelurahan.

Kabag Pemerintahan dan Otonomi daerah, Edi Christijanto, Senin (9/1/2016) mengakui, pasca pelantikan 1559 pejabat di lingkungan pemerintah kota, masih menyisakan 15 jabatan lurah yang kosong. Pertimbangan penting dalam menentukan pejabat adalah kesulitan mendapatkan personel yang tepat.

“Karena Lurah kan ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Makanya dibutuhkan yang kuat, gak mudah masuk angin,” ujarnya dengan kelakar

Edi menegaskan, untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk memimpin kelurahan, pemerintah kota akan melakukan psikotes, Rabu (11/1/2017) besok.

“Yang dites seluruh Sekretaris Kelurahan dan Kasi pemerintahan,” tuturnya

Wakil ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, bahwa hal itu menunjukkan kehati-hatian pemerintah kota dalam mendapatkan figure yang pas.

“Walikota sangat berhati-hati dalam memilih, karena ingin mendapatkan kualitas SDM yang terbaik,” paparnya

Ia menegaskan, 250 orang yang akan menjalani tes psikologi mempunyai peluang yang sama dalam mendapatkan. Hanya, mereka yang terpilih tentunya yang meraih nilai terbaik dari hasil psiko tes yang dijalankan nantinya.

“Setelah di tes, mereka akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata politisi yang akrab disapa Awi ini.@wan