Harga cabai meroket, Gubernur Soekarwo usulkan impor

Petani Jatim gagal panen

0
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Foto: Sarifa-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo menanggapi terkait kenaikan harga komoditas cabai, khususnya cabai rawit yang harganya menembus hingga Rp 90 per kilogram (kg) yang ada di wilayahnya.

Penyebab utamanya yakni faktor cuaca dan serangan organisme pengganggu tanaman yang dinilai menyebabkan gagalnya panen cabai, sehingga stoknya mengalami kekurangan.

Tak ingin hal itu terus-menerus terjadi, pihaknya mengusulkan upaya untuk menstabilkan harga cabai. Salah satunya impor cabai dari luar negeri. “Memang produksi kita sedang terganggu. Ini bukan hanya Jawa Timur tapi seluruh Indonesia. Untuk bisa menstabilkan harga cabai yang memang stoknya kurang maka bisa dipenuhi dari impor. Ini hal yang biasa kalau kelebihan kita akan ekspor tapi kalau kurang kita bisa impor,” kata Pakde Karwo, (sapaan akrab Soekarwo) pada LICOM, Rabu (11/01/2017).

Gubernur tidak mengharamkan untuk memenuhi kebutuhan cabai harus impor. “Kalau memang stok kita kurang ya bisa dipenuhi dari impor. Tapi ini kewenangan Mendag (Menteri Perdagangan). Ini bisa dilakukan sebagai solusi jangka pendek mengatasi lonjakan harga cabai. Paling tidak bisa turun sampai Rp 50 ribu per kg,” tegasnya.

Sementara itu, untuk impor cabai dari luar provinsi, lanjut dia, sudah dilakukan dengan mendatangkan dari Gorontalo. Operasi stablisasi harga juga sudah dilakukan oleh Perum Bulog untuk bisa menurunkan harga cabai sejak Senin (09/01/2017) lalu. Namun, hal itu dinilainya tetap belum bisa optimal karena gagal panen cabai ini skalanya nasional sehingga untuk memenuhi stok kebutuhan pasar saat ini harus dari impor luar negeri.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga melakukan upaya lain sebagai bentuk solusi jangka panjang, yakni mulai melakukan riset untuk mengatasi hama jamur pada cabai. “Kalau hanya cuaca hujan cabai hanya kisut (mengkerut) tapi kalau sudah kena jamur batangnya bisa rontok. Ini harus dilakukan riset agar tidak sampai nanti terulang lagi, sehingga produksi tidak terganggu,” imbuh gubernur dua periode ini.

Hal lain, pihaknya saat ini juga telah bekerjasama dengan Perhutani untuk bisa memanfaatkan lahan kosong untuk sentra produksi cabai di Jawa Timur. Rencananya di Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Lumajang.@sarifa

loading...