Pemuda pengangguran ini pukuli pacarnya karena dikira selingkuh

Cemburu buta

Johan Natalia (27) warga Jl Ploso Surabaya diringkus Polsek Tambaksari karena aniaya pacarnya. (LICOM/Nanda Andrianta)

LENSAINDONESIA.COM: Johan Natalia (27), warga Jalan Ploso Surabaya, ini harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Tambaksari. Pasalnya, pemuda pengangguran tersebut telah menganiaya DA (19), yang tak lain adalah pacarnya sendiri.

Sebenarnya, Johan dan DA yang tinggal bersama di kawasan Dukuh Setro Surabaya sudah menjalin hubungan asmara selama selama enam bulan. Pada awalnya, hubungan keduanya masih baik-baik saja. Hubungan Johan dan DA pun mulai ada masalah dan sempat beberapa kali bertengkar.

Johan mulai curiga dengan kekasihnya itu saat DA sering berganti nomor Hp. “Dia akhir-akhir ini sulit dihubungi. Ada informasi juga sering keluar bersama laki-laki lain,” aku Johan dihadapan polisi.

Kemarahan Johan memuncak, Jumat (6/1/2017) lalu. Johan pun mengajak DA untuk bertemu dan menyelesaikan masalah yang terjadi. Keduanya janjian bertemu di depan salah satu minimarket Jl Ploso Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, Johan langsung memarahi DA yang sulit duhubungi dan dicurigai punya pacar selain dirinya. Tapi, DA membantah semua tuduhan itu.

“Saya langsung memukul dia sebanyak empat kali, kena tangan, badan dan dahi. Setelah itu saya pergi,” katanya.

Kapolsek Tambaksari Kompol David Triyo Prasojo mengatakan, akibat penganiayaan itu, DA yang mengalami memar-memar langsung melapor ke Mapolsek Tambaksari.

“Berbekal laporan dari korban, kami langsung memburu pelaku dengan cara memancing keberadaan pelaku lewat korban DA. Korban pun merayu pelaku supaya bertemu. Akhirnya disepakati keduanya bertemu di lokasi penganiayaan yaitu di depan minimarket Jl Ploso,” ujarnya, Rabu (11/1/2017).

“Setelah pelaku menemui korban, petugas Opsnal Reskrim langsung menangkap pelaku dan selanjutnya pelaku kami bawa ke Mapolsek untuk penyidikan,” kata Kompol David.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini Johan dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana paling lama dua tahun delapan bulan penjara. @nanda