LENSAINDONESIA.COM: Puluhan warga Dusun Grobogan, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang melakukan penutupan terhadap akses jalan menuju lokasi tambang galian C, Rabu (11/01/2017).

Aksi warga ini dilakukan karena pengusaha galian C ingkar janji dan tidak kunjung mencairkan dana kompesasi seperti yang telah disepakati bersama.

Padahal dana kompensasi dan kontribusi merupakan hak yang harus diberikan oleh pengusaha galian kepada warga Dusun Grobogan Desa karangpakis Kecamatan Kabuh sebagai terdampak akibat aktifitas galian.

Akibat aksi warga ini, sejumlah galian C truk tidak bisa masuk ke lokasi tambang, begitupun truk yang sudah berisi muatan dari lokasi tidak boleh keluar kecuali sudah melakukan pembayaran kontribusi secara langsung kepada warga.

Pantauan LICOM di lokasi, mendeknya aktifitas tambang ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu warga sudah berkumpul di Jalan Raya Kabuh. Tepatnya di sebelah makam Tionghoa, yang lokasinya juga berdekatan dengan pintu masuk dan keluar lokasi galian.

Lebih dari 20 orang yang sebagian diantara mereka adalah ibu rumah tangga ini mencari pemilik tambang. Namun apa yang dicari tdak ada sehingga kemudian ramai-ramai menutup akses masuk dan keluar lokasi tambang.

Sempat terjadi adu mulut antara warga dengan salah satu operator alat berat yang mau masuk ke lokasi tambang. Salah satu pekerja itu melarang aksi warga yang menutup akses ke lokasi tambang. Namun, tak digubris oleh warga yang sudah tidak percaya lagi dengan tiga pengusaha atau pemilik tambang tersebut.

Salah satu warga Desa setempat, Didik Sudarsono, koordinator aksi menyatakan aksi yang dilakukan warga ini sebagai bentuk protes terhadap pengusaha yang ingkar janji.

Penutupan jalan terpaksa dilakukan karena pengusaha tidak menunjukkan itikad baik untuk memenuhi janji.

“Kami sudah datang baik baik, dan memberitahu tentang apa yang menjadi hak warga, Namun, justru mereka tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan kompensasi dan kontribusi itu, jadi jalan kami tutup,” ungkapnya kepada LICOM.

Menurutnya, pada 27 November 2016 lalu, sudah ada kesepakatan antara warga dan tiga pengusaha dalam pertemuan di Balai Desa Karangpakis, yang menyepakati tentang kontribusi dan kompensasi.

“Sudah disepakati besaran kontribusi dan kompensasi yakni untuk pembangunan desa setiap tahun senilai Rp 40 juta per pengusaha. Sedangkan kompensasi dana ganti rugi akibat polusi udara dan air kepada 35 warga senilai Rp 200 ribu per bulan,” sebutnya.

Ia menambahkan jika pertemuan yang dilakukannya juga telah disaksikan oleh pihak Koramil dan Polsek kabuh. Penusaha menyatakan sanggup membayar dana kontribusi paling lambat 10 Januari 2017. Namun, mereka ingkar janji karena sampai hari ini belum juga dilaksanakan. Sehingga warga melakukan aksi ini, karena ketiga pengusaha telah ingkar janji yang sudah disepakati bersama.

“Apabila yang sudah disepakati terealisasi secara penuh, kami akan membuka akses jalan yang sudah kami tutup ini. Dana kompensasi merupakan hak warga, sedangkan dana kontribusi digunakan untuk pembangunan balai Dusun Grobogan. Bisa lanjut asal sudah membayar dana kontribusi seluruhnya,” pungkasnya.@Obi

TULISKAN KOMENTAR