Walikota Risma diminta serius menangkan sengketa aset PDAM

PN Surabaya tolak gugatan eksekusi lahan PDAM Surya Sembada

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Reni Asturi. Foto: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi D DPRD Surabaya Reni Astuti meminta Pemkot Surabaya serius menangani sengketa lahan PDAM Surya Sembada yang terancam lepas. Dalam hal ini Walikota Surabaya Tri Rismaharini harus serius memenangkan gugatan agar tidak kehilangan aset lagi.

Saat ini gugatan PDAM Surya Sembada atas aset yang berupa bangunan gedung di Jl Basuki Rahmat No. 119-121 kembali dikalahkan. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta Pemkot menyiapkan tim hukum yang kompeten. Dengan demikian, Pemkot tidak mudah dikalahkan ketika sedang berperkara di peradilan.

“Pemkot harus punya data yang kuat. Karena pemerintah kota memiliki kewajiban untuk mempertahankan aset yang mereka miliki,” ingatnya.

Disinggung soal status cagar budaya aset PDAM yang ada di Jl Basuki Rahmat, dia berpesan siapapun nanti yang menang harus tetap melestarikan bangunan itu. Hal itu sesuai dengan peraturan bangunan cagar budaya.

Pemerintah kota memiliki kewenangan menegur bahkan menindak jika terjadi alih fungsi peruntukan. Lebih bagus lagi, jika seluruh data bangunan cagar budaya diupload sehingga semua pihak bisa bersama-sama dalam melakukan pengawasan.

“Tidak cukup hanya dengan memberikan papan nama, Pemkot harus mencari jalan lain untuk mempertahankan bangunan cagar budaya,” imbuh Reni.

Seperti diketahui, Hakim Ferdinandus menolak permohonan perlawanan eksekusi yang diajukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya.

Dalam amar putusan yang dibacakan di ruang garuda, Selasa (10/1/2017), Hakim Ferdinandus beralasan, dasar atau bukti yang diajukan PDAM telah dipakai pada gugatan perdata sebelumnya yang dimenangkan oleh Hanny Layantara.

Tak hanya itu, Hakim Ferdinandus juga menyampingkan SK Walikota Surabaya Tri Rismaharini. SK tersebut menyatakan objek PDAM di Jalan Basuki Rahmat 119-121 Surabaya merupakan Cagar Budaya, yang merupakan Bekas Markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Indonesia.@wan

TULISKAN KOMENTAR