Konflik panjang PT Inalum bangkang bayar pajak Pemprov Sumut, Menteri Luhut turuntangan

Siap panggil dan pertemukan kedua pihak

INDONESIA-MINING/
PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium Persero) menolak ketentuan tarif pajak air permukaan yang diberlakukan Pemprov Sumut.
LENSAINDONESIA.COM: Konflik pajak air permukaan (PAP) antara PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum Persero) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tak kunjung selesai, bahkan semakin mengerucut dan panas.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, akhirnya harus angkat bicara terkait kisruh Pemprov Sumut dan PT Inalum yang dianggap membangkang kebijakan Pemprov Sumut terkait tarif membayar pajak air permukaan (PAP).
Mantan Menkopolhukam itu menyampaikan akan memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama untuk mencari benang merah dalam permasalahan tersebut.
“Keduanya nanti akan kami panggil secara resmi untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan pajak air permukaan yang masih belum mencapai titik temu,” ujar Luhut kepada wartawan di Kantor Menko Kemaritiman, Kamis (12/1/2017).
Luhut menjelaskan, pihaknya akan terus mempelajari sejauhmana kasus PAP Inalum saat ini. “Untuk kasus PT Inalum akan kita flash back terlebih dahulu, bagaimana pun ini menjadi tanggungjawab pemerintah,” terangnya.
Yang pasti, kata dia, masalah ini harus mencapai titik temu antara PT Inalum dan Pemprov Sumut yang sudah berlarut-larut.
“Tunggu surat panggilan resminya untuk PT Inalum dan Pemprov Sumut. Semoga setelah kedua belah pihak didudukkan bersama akan mencapai titik temu dan permasalahan pajak air permukaan ini dapat segera terselesaikan dengan baik,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui bahwa, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerapkan tarif pajak permukaan air permukaan yang tidak wajar kepada PT Inalum. Pemprov Sumut yang saat itu dinakhodai Gatot Pujo Nugroho membebani Inalum untuk membayar pajak air permukaan lebih dari Rp 500 miliar.
Namun, Inalum merasa Pemprov Sumut memberlakukan pajak yang tidak adil, yang justru memberatkan BUMN ini yang sedang berkembag bagus. @yuanto