Pilgub Jatim 2018, Ridwan Hisjam bersaing dengan 10 kandidat kuat Cawagub

Diskusi "Sabtuan" sambut HUT ke-7 LensaIndonesia.com

ridwan hisjam
Ridwan Hisjam sang politikus senior Jawa Timur, alumni ITS yang juga Anggota DPR RI Komisi X menjadi narasumber diskusi "Sabtuan" di Kantor LensaIndonesia.com. Arief Rahman, Pemred Koran Lensa Indonesia (kiri) juga alumni ITS dan menyelesaikan program Doktor di Unair serius mencermati seniornya di Keluarga Besar Alumni ITS itu.

LENSAINDONESIA.COM: Di tengah riuhnya suhu politik Pilkada DKI Jakarta, di Jawa Timur meski pemilihan gubernur berlangsung tahun 2018, namun bursa bakal calon semakin menghangat.  Ridwan Hisjam, Anggota Komisi X DPR RI yang juga politikus senior di Jawa Timur menyatakan siap membidik peluang maju bakal calon wakil gubernur (Cawagub).

Kenapa tidak calon gubernur? “Kans besar untuk calon gubernur ada di Khofifah, Saifullah,
dan Risma. Saya on the track di Cawagub,” jawab mantan Bendahara DPP Golkar, yang alumni Fakultas Perkapalan ITS ini merendah, saat jadi narasumber diskusi “Sabtuan” menyambut HUT LensaIndonesia.com ke-7, 9 Februari mendatang di Kantor LensaIndonesia.com di Surabaya, Sabtu (15/1/2017).

Wajar, mantan Bendahara DPP Golkar ini menjemput peluang masuk bursa wakil calon gubernur. Pasalnya, dia politikus tergolong ‘guru’ para politisi muda, yang menjadi salah satu dari figur-figur bakal calon pemimpin rakyat Jawa Timur punya bekal kekuatan politik layak untuk dipilih rakyat Jawa Timur. Mas Tatok –panggilan akrab Ridwan Hisjam– juga  tidak hanya berlatar belakang enterpreneur senior di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan pernah memimpin REI (Real Estate Indonesia) di Jawa Timur. Tapi, dia punya pengalaman membaca peta Pilgub saat menjadi Calon Wakil Gubernur Jatim 2008 mendampingi Calon Gubernur Soetjipto yang diusung PDI Perjuangan.

“Sebagai pengusaha yang menggelui politik sejak muda, saya ingin menyumbangkan pengalaman untuk membangun dan mengembangkan potensi Jawa Timur,” kata Ridwan Hisjam.

Mantan Bendahara DPP Golkar ini membeberkan ada sepuluh figur di Jatim yang juga berpeluang kuat bakal Cawagub sekaligus berpeluang bisa menang.

“Ada sepuluh nama yang sudah muncul di bursa bakal Cawagub yang memang berpeluang,” ungkap Ridwan Hisjam, politikus “Arek Suroboyo” yang isterinya asli Sumenep ini.

Keniscayaan politik Pilgub di Jatim, menurut Ridwan, pemetaannya meliputi para kandidat yang ‘on the track’-nya terbagi tiga kategori. Antara lain, dari kategori figur yang pernah maju Pilgub, figur dari fungsionaris partai, dan figur dari pejabat eksekutif seperti pejabat Bupati/ Walikota.

“Kalau ada figur drop-dropan akan sulit bisa memenangkan Pilkada. Kalau pun bisa, biaya
politiknya high cost,” kata alumni Fakultas Perkapalan ITS, yang juga bapak lima anak ini.

Kandidat dari figur pernah maju Pilgub, yaitu Syaifullah Yusuf-Soekarwo, tapi yang berpeluang hanya Saifullah karena Soekarwo sudah menjabat gubernur dua periode. Lainnya, Khofifah-Mudjiono yang keduanya berpeluang namun hanya Khofifah yang siap lantaran Mudjiono kabarnya tidak lagi berpolitik praktis. Ada lagi, Ali Maschan Moesa-Soenarjo namun keduanya sepertinya colling down. Satu lagi Soetjipto-Ridwan Hisjam, namun Soetjipto yang sedior di PDIP sudah almarhum, sehingga yang punya peluang Ridwan Hisjam.

“Peluang untuk Cagub di kategori ini ada di Khofifah dan Saifullah. Kalau saya kans-nya masuk Cawagub,” ujar Ridwan Hisjam, memetakan.

Untuk kandidat dari figur fungsioris partai, menurut Ridwan, yang namanya mulai disebut-sebut punya kans besar masuk bursa, yaitu Abdul Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jatim), Kusnadi (Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim), Nyono Suharli Wihandoko (Ketua DPD Golkar Jatim).

“Ketiga nama itu peluangnya bukan di kandidat Cagub, tapi di bursa kandidat Cawagub,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, figur dari pejabat eksekutif yang namanya sudah muncul di permukaan yaitu, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya diusung PDI Perjuangan), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi hasil koalisi PDI Perjuangan, Gerindra, Nasdem, PKS, dan PAN), Rendra Kresna (Bupati Malang hasil koalisi Golkar, PKB, Demokrat, Gerindra, Nasdem), Sambari Halim (Bupati Gresik hasil koalisi PKB dan Demokrat).

“Dari birokrat ini kalkulasinya yang berpeluang Risma di kandidat Cagub. Sambari juga bisa kalau di-push PKB,” ungkap Ridwan.

Menjawab pertanyaan yang berkembang dalam diskusi terkait dirinya disebut-sebut berpeluang digandeng Khofifah, karena menguasai karakter politik Jawa Timur dan berpengalaman sebagai pengusaha, Ridwan tidak mau berkomentar. “Wah, saya malah gak tahu itu,” kata Ridwan, yang konsentrasi menyiapkan diri untuk menghadapi 10 nama kandidat bursa Cawagub.

Diskusi yang rencananya diselenggarakan rutin ini, Ridwan Hisjam sangat mengapresiasi karena diikuti tidak hanya awak media dari grup LensaIndonesia.com. Tapi, juga dihadiri jusnalis media online lain seperti Liputan6.com, Indeks.com, dan Nusantara.com.

“Saya berterima kasih karena diundang menjadi narasumber di diskusi perdana ini,” kata Ridwan Hisjam, yang dari Jakarta sengaja menyempatkan diri datang ke diskusi perdana khusus menyambut HUT ke-7 LensaIndonesia.com. @licom_09