Agar sadar pentingnya akuntansi, STIE Perbanas buka Pelatihan gratis

Masyarakatkan Ilmu Akuntansi

Peserta pelatihan akuntansi gratis di Perbanas, asyik mempraktikkan kalkulasi akuntansi. @foto:perbanas

LENSAINDONESIA.COM: Upaya memberikan wawasan luas tentang ilmu akuntansi kepada masyarakat, STIE Perbans Surabaya melalui program studi Sarjana Akuntansi menggelar 2nd Perbanas Accounting Festival 2016-2017. Rangkaian acara sejak Sabtu, 14 Januari 2017 ini akan berlangsung selama lebih tiga bulan, di Kampus 2 STIE Perbanas Surabaya.

Beragam kegiatan diselenggarakan, diantaranya: Pengabdian Masyarakat, Research Day, Fun Game, dan Seminar Nasional.

Event dua tahunan  ini diadakan sebagai bentuk realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus memberikan Pelatihan Gratis kepada sejumlah guru Ekonomi se-Jawa Timur yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi (MGMPE).

Pembukaan 2nd Perbanas Accounting Festival 2016-2017, Sabtu (14/1/2017) ditandai  pelepasan Balon ke udara yang disaksikan seluruh peserta pelatihan.

Ketua Pelaksana, Dr. Rovila El Magfiroh, M.Si., Ak., menerangkan,  pelatihan ini diikuti lebih 150 peserta dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi (MGMPE). Pesert ini terbagi beberapa program pelatihan. Antara lain, Pelatihan Laboratorium Akuntansi Perbankan, Pelatihan SAK ETAP, dan Pelatihan SAP.

”Peserta yang mengikuti pelatihan ini ternyata antusiasmenya tinggi, terbukti peserta dari Blitar rela berangkat pukul 01.00 pagi,” katanya.

Mereka itu, Yudan Ismintarti dari SMAN 1 Sarengat, Musrimin dari SMAN 1 Kesamben, dan Samonah dari SMAN 1 Kademangan, Blitar.

Selain guru yang tergbung MGMPE, pelatihan ini juga diikuti sejumlah kepala sekolah yang antusias menerima pengetahuan system penjaminan mutu suatu lembaga atau institusi. Materi ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Dra. Gunasti Hudiwinarsih, M.Si., CA.

Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Lutfi, SE., M.Fin, menyampaikan, STIE Perbanas yang sudah terakreditasi institusi A ingin berbagai ilmu kepada masyarakat umum. Salah satunya, kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dia menyebutkan PAF termasuk bagian CSR (Corporate Social Responsibility).

”Ini bentuk kepedulian kami kepada guru untuk memberikan manfaat sebaik-baiknya bagi SMA/SMK/MA,” pungkasnya.

Salah satu peserta guru dari SMA Negeri 1 Bandar Gending Mulyo, Jombang, Yuliana merasa pengetahuannya bertambah setelah mengikuti pelatihan ini.

”Pelatihan menambahkan wawasan saya. Ilmu SAK ETAP ini semakin berkembang. Kami nanti bisa mentransfer pengetahuan kepada siswa tentang ilmu ini,” katanya. @perbanas