DBS dan UKMC FB UI dorong masyarakat berani jadi wirausaha sosial

Dewi Meisari: Selesaian isu sosial jadi tanggunjawab bersama

dbs - ebook
DBS bekerja sama dengan UKMC FEB UI menyusun buku panduan kewirausahaan sosial berformat digital pertama di Indonesia.

LENSAINDONESIA.COM: Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan sosial di Indonesia, DBS bekerja sama dengan UKMC FEB Universitas Indonesia menyusun buku panduan kewirausahaan sosial (Social Enterprise eBook / SE eBook) berformat digital pertama di Indonesia.

eBook berjudul “Berani Jadi Wirausaha Sosial?” ini bertujuan menginsiprasi dan menjadi inspirasi masyarakat luas untuk mengenal lebih jauh kewirausahaan sosial, sebuah wirausaha yang membangun solusi atas permasalahan sosial secara mandiri dan berkelanjutan.

Senior Associate UKM Center FEB Universitas Indonesia, Dewi Meisari, mengatakan, Kewirausahaan sosial menunjukkan besarnya potensi aktivitas sosial ekonomi sebagai salah satu mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

“Kami sangat antusias dengan hadirnya buku ini karena dapat memberikan pedoman dan inspirasi segar bagi masyarakat yang memiliki semangat untuk membantu dan bergotong royong untuk menanggulangi masalah sosial masyarakat di sekitar kita,” kata Dewi saat acara ini peluncuran buku tersebut di outlet bisnis salah satu wirausaha sosial, Burgreens, di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

“Bersama DBS kami menyadari bahwa penyelesaian isu sosial merupakan tanggung jawab bersama – baik akademisi, pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat luas. Semoga buku ini bisa menjadi referensi untuk bersinergi mendorong tumbuh kembang kewirausahaan sosial di Indonesia,” demikian Dewi menambahkan.

Acara peluncuran buku ini diisi dengan talkshow yang mengupas seluk beluk wirausaha sosial, antara lain Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communications Bank DBS Indonesia; Dewi Meisari, Senior Associate UKM Center FEB UI; Fajar Anugerah, Senior Partner Kinara Indonesia; dan Ronaldiaz Hartantyo, Co-founder Mycotech, salah satu wirausaha sosial di Indonesia yang baru menerima program hibah dari DBS Foundation tahun 2016.

Acara dibuka oleh Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat dan KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo; dan Kepala UKMC FEB UI T.M. Zakir Machmud.

Selain itu, tamu dan rekan wartawan yang diundang ke acara peluncuran ini juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan sembilan mitra wirausaha sosial DBS lewat sesi speed dating guna mengenal lebih lanjut misi sosial yang ingin dicapai para wirausaha dengan membangun sebuah bisnis.

Sembilan wirausaha sosial ini adalah Agricio, Duanyam, Toraja Melo, Pandawa, Greeneration, Lima Kilo, Krakoa, Koperasi Kasih Indonesia, dan Salam Rancage. Salah satu wirausaha sosial binaan Bank DBS, Burgreens, juga mendemonstrasikan bagaimana cara menyiapkan makanan sehat, sesuai dengan misi sosial bisnisnya untuk mendorong pola makan sehat dan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BSmembantu membangun Green House bagi para petani lokal dan organic dalam meningkatkan kualitas panen.

Sejak pertengahan tahun lalu, eBook ini telah diperkenalkan ke beberapa kota melalui rangkaian seminar dan diskusi buku dengan komunitas. Hingga saat ini, sebanyak 10.580 pengguna telah mendownload eBook yang dapat diunduh gratis di go.dbs.com/SE-HANDBOOK. @licom