Dukung Wirausaha Sosial, DBS – UKMC FEB UI luncurkan buku panduan digital pertama di Indonesia

Mono Monika: Menawarkan cara baru atasi masalah sosial

dbs
Peluncuran buku panduan kewirausahaan sosial berformat digital pertama di Indonesia. di outlet bisnis salah satu wirausaha sosial, Burgreens, di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

LENSAINDONESIA.COM: Di bawah naungan DBS Foundation, PT Bank DBS Indonesia (DBS) mendukung tumbuhkembangnya ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia sejak tahun 2013. Rabu ini (25/1/2015), DBS dan UKM Center Fakultas Ekonomi Budaya Universitas Indonesia (UKMC FEB UI) bekerja sama menyusun buku panduan kewirausahaan sosial berformat digital pertama di Indonesia berjudul “Berani Jadi Wirausaha Sosial?”.

Acara ini diselenggarakan di outlet bisnis salah satu wirausaha sosial, Burgreens, di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, “Kewirausahaan sosial menawarkan cara baru dalam mengatasi masalah sosial. Namun tidak sedikit pihak yang ragu cara tersebut dapat dipraktikkan di kehidupan nyata. Hal ini karena praktik organisasi bisnis yang umum ditemui adalah praktik yang bertujuan memaksimalkan laba, bukan untuk menyelesaikan masalah sosial.”

Namun, lanjut Mona, “Membangun solusi atas permasalahan sosial secara mandiri dan berkelanjutan melalui pengamalan prinsip-prinsip bisnis sebenarnya merupakan suatu konsep yang dapat diimplementasikan. eBook ini tentang semua itu – sebuah pengenalan, panduan praktis, inspirasi dari kisah nyata, dan referensi hidup bagi seorang pelaku bisnis atau mereka yang baru memulai sebuah wirausaha sosial.”

Terdiri dari tujuh (7) bab, eBook ini disusun melalui proses gotong royong. Selain DBS dan UKMC FEB UI, sebanyak 37 kontributor yang merupakan pelaku wirausaha sosial, venture capital, yayasan dan lembaga non-profit, perwakilan pemerintahan (Bappenas), dan konsultan bisnis turut ambil andil dalam penulisan eBook ini. Mereka memberikan saran dan pengembangan melalui sesi Focus Group Discussion dan sesi wawancara mendalam. @licom