Satelit Telkom 3S meluncur mengandung investasi USD 215 juta

Dilepas tepat pukul 04.39 WIB

Satelit Telkom 3Smeluncur melalui roket Ariane 5 bergerak menembus langit Guiana Space Center pukul 18.39 waktu setempat atau pukul 04.39 WIB mengudara menuju orbitnya. Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: Akhirnya Satelit Telkom 3S meluncur melalui roket Ariane 5 bergerak menembus langit Guiana Space Center pukul 18.39 waktu setempat atau pukul 04.39 WIB mengudara menuju orbitnya. Satelit tersebut mengawal nusantara di posisi 118 derajat Bujur Timur di ketinggian 35.755 di atas Selat Makassar.

Keberhasilan ini juga menandai 40 tahun lebih kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) dalam bisnis dan pengoperasian satelit telekomunikasi untuk Indonesia.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat doa dan dukungan segenap rakyat Indonesia Satelit Telkom 3S telah berhasil diluncurkan,” ujar Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga yang memantau langsung proses peluncuran di Jupiter Control Room, Guiana Space Center, Kourou, French Guiana, Rabu, (15/02/2017) pagi dari Indonesia .

Alex mennerangkan, Satelit Telkom 3S ini melengkapi dua satelit Telkom lain yang masih beroperasi, yakni Telkom-1 dan Telkom-2. Jangkauan Satelit Telkom 3S meliputi seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan sebagian Asia Timur.

“Adanya ketiga satelit milik Telkom ini diandalkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satelit asing sehingga kebutuhan satelit akan di-supply dari kita sendiri” tegas Alex.

Sementara itu, untuk nilai investasi yang mencapai USD 215 juta dari peluncuran satelit ini mencakup biaya pembuatan satelit, jasa peluncuran dan asuransi, Telkom 3S memiliki kapasitas 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE).

Sementara itu, Executive Vice President Telkom Regional V Suparwiyanto mengatakan, persiapan peluncuran Satelit Telkom 3S ini membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 hari. Dengan satelit ini diharapkan akan memberikan varian layanan lebih cepat untuk akses data, serta bandwidth lebih besar.

“Peluncuran Satelit Telkom 3S ini untuk membantu coverage layanan untuk pelanggan yang ada di daerah terpencil. Setidaknya sateit in iakan lebih mengoptimalisasi layanan digital untuk pelanggan telkom, yang mana kontribusi layanan digital dari Telkom sendiri sudah mencapai 65 persen,’ tandas Suparwi.

Untuk penggunaan jasa telekomunikasi melalui satelit, lanjut Suparwi, hal ini memang membutuhkan instalasi khusus berikut perangkatnya. Otomatis memang tarif yang diberlakukan sedikit berbeda.

“Untuk tarif penggunaan jasa telekomunikasi vi asatelit dari telkom masih bisa terjangkau, adapun biaya penginstalannya sekali saja, giliran untuk tarif berlangganannya diberlakukan tarif standard,” tegas Suparwi.

Terutama untuk IndiHome, saat ini pelanggannya sudah mencapai 1,7 juta. Sedangkan di area Jawa Bali Nusra mencapai 400 ribu pelanggan. Diharapkan semenjak adanya Satelit Telkom 3S in akan mendngkrak pertumbuhan bisnis Telkom Group.

“Saat ini pelanggan IndiHome di area Jawa Bali Nusra mencapai angka 400 ribu pelanggan. Dan untuk tahun ini kami berharap akan mencapai angka 1 juta pelanggan. Sedangkan untuk layanan digital, kami juga berharap peningkatan angka kontribusi hingga 70 persen,” pungkas Suparwi.

Pelanggan IndiHome aktif juga ada pada layanan online berbasis aplikasi MuIndoHome. Kali ini pengguna MyIndiHome secara nasional mencapai 90 ribu pelanggan dan 50 merupakan pelanggan yang aktif.@Eld-Licom