Ketua PWI Jatim: Lensaindonesia.com HUT ke 7, harus tetap pertahankan bukan pers partisan

Jumat ini, syukuran dihadiri Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul

munir2
Akhmad Munir saat terpilih kembali sebagai Ketua PWI Jatim untuk periode kali kedua, disaksikan Ketua PWI Pusat Margiono.

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Akhmad Munir menyampaikan apresiasinya terhadap Lensaindonesia.com, karena selama tujuh tahun menjalan pekerjaan jurnalistik dianggap mampu konsisten menjadi media independen dalam hiruk-pikuk politik yang saat ini terjadi.

Fenomena saat ini, menurut Ketua PWI Jatim dua periode ini, menjadikan media sebagai alat partisan politik, sehingga produk informasi yang dihasilkan terpangaruh oleh kepentingan politik praktis.

“Saya menyampaikan selamat ulang tahun yang ketujuh kepada media Lensaindonesia, semoga (harus) mampu mempertahankan eksistensi sebagai pers dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik praktis dan partisan,” kata Akhmad Munir kepada Licom, Kamis malam (16/02/2017).

“Sehingga dalam produk jurnalistik yang dihasilkan dapat memberikan informasi edukatif, mencerahkan, dan menjaga NKRI sesuai kode etik jurnalistik,” tambah jurnalis senior Kantor Berita Antara di Jawa Timur.

Apresiasi Ketua PWI Jatim ini disampaikan terkait LensaIndonesia.com pada Jumat siang ini (17/02/2017), merayakan Miladnya di Kantor Redaksi LensaIndonesia.com di Surabaya, Jalan Sidosermo Pdk Va/19, yang rencananya dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Menurut Munir, saat ini dunia jurnalistik sedang mengalami godaan cukup berat, sehingga berpotensi menjadi partisan dan komersialisme media.

Mencermati perkembangan pers di tanah air itu, sebagai orang nomer satu di organisasi wadah insan pers di Jawa Timur, Munir berharap keberadaan LensaIndonesia yang masih eksis menjadi media nasional dari Timur selama tujuh tahun akan mampu menjaga keseimbangan idealisme pers dan menyajikan informasi yang kondusif serta memperjuangkan kebenaran.

“Tidak hanya soal media partisan politik, tapi perkembangan informasi yang diterima masyarakat silang sengkarut dan banyak yang hoax. Maka, tugas utama pers dan media adalah menjernihkan dan meluruskan informasi yang beredar,” demikian Munir menyampaikan pesannya. @wan