PT Australasia LNG bakal investasi 468 juta USD melalui Petrogas

Untuk onshore dan offshore di Pelabuhan Probolinggo

Dirut Petrogas, Dr Leo Herlambang MM bersama Presiden Direktur AALNG, Arya Setyak saat digelar pertemuan lanjutan di Jakarta. Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: PT Petrogas Jatim Utama menggelar pertemuan lanjutan dengan PT Australasia LNG (AALNG) terkait proyek pembangunan LNG Hub dan Regasifikasi Gas Plant di Probolinggo. Acara tersebut berlangsung di Belleza Office Tower 15 Floor Office 02, Jl Letjen Soepeno 34, Permata Hijau Jakarta.

Rapat tersebut dihadiri Dirut Petrogas, Dr Leo Herlambang MM bersama jajaran direksi. Pihak AALNG diwakili Arya Setyaki, Presiden Direktur PT Australasia LNG Indonesia didampingi Narendra Singh, Rezza Hasan dan Krisandra RK.

Selain itu, pertemuan juga dihadiri James O’Brien, Head of Gas/LNG Business Development dari perusahaan gas terkemuka asal Swiss, Astra Oil Trading (AOT).

“Rapat koordinasi antara Petrogas, AALNG dan AOT tersebut membahas pengembangan extension LNG Hub Regas Plant Probolinggo,” ujar Dirut Petrogas Leo Herlambang dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Kamis (16/02/2017).

Pihak Petrogas juga menjelaskan kepada forum pertemuan tersebut terkait neraca gas di Jawa bagian Timur dan Bali, khususnya tentang sustainable energy security.

Sementara itu, James O’Brien mengatakan, proyek di Probolinggo tersebut jelas dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan market, demi kelanjutan keamanan energi di Jatim dan Indonesia Timur yang akan shortfall pada tahun 2019/2020.

“Sehingga proyek ini menurut James sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas 5,2%,” tandas Leo.

Petrogas berharap kerjasama dengan AALNG dan AOT agar segera terealisasi, menurut pengalaman masing-masing di bisnis trading gas, khususnya LNG.

Peran AOT kali ini untuk memback up Petrogas atas suplly gas. AOT akan difungsikan sebagai perusahaan agregator internasional yang bakal membantu mengamankan Petrogas dari konitunitas supply gas maupun pembiayaannya.

Sebab AALNG beritikad mengucurkan investasi melalui Petrogas senilai 468 juta USD untuk kegiatan onshore dan offshore di kawasan Pelabuhan Probolinggo, yang dikelola Petrogas melalui anak usahanya, PT Delta Arta Bahari Nusantara (DABN).

Petrogas juga sudah berpengalaman sebagai trader gas dengan membeli gas dari Petronas Carigali Ketapang-2 Limited (PCK2L) untuk disalurkan ke PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sekitar 40 mmfcsd.

Jika kerjasama Petrogas dengan AOT terlaksana, setidaknya nilai pembiayaan trading LNG tersebut mampu mencapai lebih dari 1 miliar USD. Prestasi ini merupakan lompatan luar biasa bagi BUMD milik Pemprov Jawa Timur ini.@Rel-Licom

TULISKAN KOMENTAR